Ari Anshori Bentangkan Tiga Variabel Mencapai Indonesia Sejahtera

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

347

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Impian terbesar bangsa Indonesia adalah terciptanya negeri yang sejahtera. Kata Ari Anshori, negeri sejahtera dalam pandangan Islam sebagai negeri yang memberikan kesejahteraan dan menjamin kesejahteraan.

"Selain itu, menjamin kebutuhan rakyat secara keseluruhan, dan membebaskan manusia dari kemiskinan menuju kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya," ujar Dewan Pengawas Syariah Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Ari menyebut, untuk mencapai Indonesia sejahtera, kuncinya dimulai berdasarkan syariat dan akal sehat serta tidak abai terhadap Al-Qur’an.

“Berperan penting untuk mewujudkan Indonesia bahagia sejahtera,” katanya, Selasa (12/5) saat pengajian di Mushala Birahmah, Godean, Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Menekankan kata syariat, Ari menjelaskan, kata tersebut termaktub di dalam Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM) pada pokok pikiran ketiga, dijelaskan bahwa hanya hukum Allah yang sebenar-benarnya.

“Satu satunya yang dapat dijadikan sendi dan landasan untuk membentuk pribadi Muslim yang utama dan mengatur ketertiban hidup bersama (bermasyarakat) dalam menuju hidup bahagia dan sejahtera yang hakiki, di dunia dan di akhirat,” bebernya.

Dengan demikian, syariat merupakan prinsip-prinsip ajaran Islam yang menjadi pedoman untuk membentuk kepribadian manusia secara utuh.

Variabel kedua, akal sehat. Menurut Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul.

“Akal sehat menjadi dasar munculnya teori, kemudian teori menyempurnakan serta menguji kebenaran tersebut sehingga dapat menjelaskan realitas kehidupan,” jelas Ari.

Variebal ketiga, jangan abai terhadap Al-Qur’an. Bahwa, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi sumber utama ajaran dan pedoman hidup.

“Fenomena abai terhadap Al-Qur’an menjadi salah satu persoalan yang banyak terjadi di tengah kehidupan umat Islam saat ini,” terangnya.

Di situlah Ari menegaskan jangan sampai membenamkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, Al-Qur’an harus dijadikan pedoman, dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.

“Intinya untuk mencapai Indonesia bahagia sejahtera,” pungkas Ari. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MATARAM, Suara Muhammadiyah- Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar ....

Suara Muhammadiyah

19 November 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumate....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Semangat para senior care yang tergabung dalam Pandu Kehormat....

Suara Muhammadiyah

7 September 2025

Berita

AMBON, Suara Muhammadiyah — Dua perguruan tinggi Muhammadiyah, Institut Teknologi dan Bisnis A....

Suara Muhammadiyah

2 December 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelantikan ....

Suara Muhammadiyah

22 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah