Baitul Arqam PCIM Maroko Bekali Kader dengan Ideologi, Spiritualitas, dan Wawasan Kepemimpinan

Suara Muhammadiyah

1 August 2026

44
Foto Istimewa

Foto Istimewa

RABAT, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko menyelenggarakan Baitul Arqam Internasional 2026 sebagai bagian dari rangkaian Silsilah Ilmiah 2026, Rabu (20/7) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat dan Hayy Jami’ Dauli.

Peserta mengikuti proses pengkaderan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, membangun karakter kepemimpinan, serta menumbuhkan spiritualitas kader melalui pendekatan yang menyeluruh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembahasan Hakikat Islam: Peran Tauhid dalam Kehidupan yang disampaikan oleh Ahmad Nubail sebagai fondasi utama dalam membangun cara pandang seorang kader Muhammadiyah. Selanjutnya, Sucipto, menyampaikan materi Profil Kader dan Nilai Perjuangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah

“Kita perlu memahami kembali karakter, nilai, dan orientasi perjuangan kader dalam menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Pembinaan pada hari pertama kemudian dilengkapi dengan sesi Diaspora Leadership: Membangun Wawasan Kepemimpinan, yang memberikan perspektif mengenai kepemimpinan dan peran strategis mahasiswa Indonesia sebagai bagian dari diaspora di Maroko.

Hari kedua dilanjutkan dengan Fathul Qulub, sebagai upaya memperkuat dimensi spiritual dalam proses kaderisasi. Pembinaan berlanjut dengan materi Peran PCIM dalam Syiar Islam Berkemajuan di Maroko yang disampaikan oleh Hasnan Bachtiar.

Dalam sesi ini, peserta diajak memahami posisi strategis PCIM sebagai representasi Muhammadiyah di luar negeri sekaligus ruang pengabdian bagi mahasiswa Indonesia.

Selanjutnya, Islamiyatur Rokhmah membawakan materi Mengenal Ideologi Muhammadiyah, yang mengulas nilai-nilai dasar, karakter gerakan, serta orientasi tajdid Muhammadiyah dalam menjawab dinamika masyarakat modern.

Sebagai penutup pembelajaran, Lailatis Syarifah, menyampaikan materi Manhaj Tarjih Muhammadiyah, yang mengenalkan metodologi istinbat dan pendekatan tarjih sebagai ciri khas Muhammadiyah dalam memahami serta merespons persoalan-persoalan keagamaan secara ilmiah, moderat, dan berlandaskan Al-Qur'an serta As-Sunnah.

Mewakili Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Azaki Khoirudin menegaskan, Baitul Arqam merupakan proses ideologisasi yang bertujuan memperkuat pemahaman Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai Muhammadiyah kepada setiap kader.

“Muhammadiyah tidak hanya memiliki sistem organisasi, tetapi juga sistem nilai dan sistem pemikiran yang perlu dipahami serta diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Melalui penyelenggaraan Baitul Arqam Internasional 2026, PCIM Maroko menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses kaderisasi yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan spiritual, dan pengembangan kepemimpinan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Sebagai bentuk optimalisasi gerakan Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS....

Suara Muhammadiyah

27 July 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hutan Indonesia memegang peran kunci dalam menekan emisi karbon glob....

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai “Sekolah Kader Muhammadiyah dan Pemimpin Bangsa&....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Anak-anak panti asuhan Griya Bahtera Kasih tak dapat menyembunyi....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah