RABAT, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Maroko menyelenggarakan Baitul Arqam Internasional 2026 sebagai bagian dari rangkaian Silsilah Ilmiah 2026, Rabu (20/7) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Rabat dan Hayy Jami’ Dauli.
Peserta mengikuti proses pengkaderan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah, membangun karakter kepemimpinan, serta menumbuhkan spiritualitas kader melalui pendekatan yang menyeluruh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembahasan Hakikat Islam: Peran Tauhid dalam Kehidupan yang disampaikan oleh Ahmad Nubail sebagai fondasi utama dalam membangun cara pandang seorang kader Muhammadiyah. Selanjutnya, Sucipto, menyampaikan materi Profil Kader dan Nilai Perjuangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah
“Kita perlu memahami kembali karakter, nilai, dan orientasi perjuangan kader dalam menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Pembinaan pada hari pertama kemudian dilengkapi dengan sesi Diaspora Leadership: Membangun Wawasan Kepemimpinan, yang memberikan perspektif mengenai kepemimpinan dan peran strategis mahasiswa Indonesia sebagai bagian dari diaspora di Maroko.
Hari kedua dilanjutkan dengan Fathul Qulub, sebagai upaya memperkuat dimensi spiritual dalam proses kaderisasi. Pembinaan berlanjut dengan materi Peran PCIM dalam Syiar Islam Berkemajuan di Maroko yang disampaikan oleh Hasnan Bachtiar.
Dalam sesi ini, peserta diajak memahami posisi strategis PCIM sebagai representasi Muhammadiyah di luar negeri sekaligus ruang pengabdian bagi mahasiswa Indonesia.
Selanjutnya, Islamiyatur Rokhmah membawakan materi Mengenal Ideologi Muhammadiyah, yang mengulas nilai-nilai dasar, karakter gerakan, serta orientasi tajdid Muhammadiyah dalam menjawab dinamika masyarakat modern.
Sebagai penutup pembelajaran, Lailatis Syarifah, menyampaikan materi Manhaj Tarjih Muhammadiyah, yang mengenalkan metodologi istinbat dan pendekatan tarjih sebagai ciri khas Muhammadiyah dalam memahami serta merespons persoalan-persoalan keagamaan secara ilmiah, moderat, dan berlandaskan Al-Qur'an serta As-Sunnah.
Mewakili Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Azaki Khoirudin menegaskan, Baitul Arqam merupakan proses ideologisasi yang bertujuan memperkuat pemahaman Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai Muhammadiyah kepada setiap kader.
“Muhammadiyah tidak hanya memiliki sistem organisasi, tetapi juga sistem nilai dan sistem pemikiran yang perlu dipahami serta diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.
Melalui penyelenggaraan Baitul Arqam Internasional 2026, PCIM Maroko menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses kaderisasi yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan spiritual, dan pengembangan kepemimpinan.

