Belajar dari Al-Falah Sragen, PCM Galur Wujudkan Manajemen Masjid Modern dan Berdaya

Suara Muhammadiyah

18 July 2026

413
Foto Istimewa

Foto Istimewa

​SRAGEN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Galur mengambil langkah progresif dalam memodernisasi tata kelola tempat ibadah. Pada Sabtu (18/7), PCM Galur memboyong puluhan pengurus takmir masjid di wilayahnya untuk melakukan studi tiru ke Masjid Al-Falah, Sragen, Jawa Tengah.

Kunjungan ke masjid yang dikenal luas sebagai salah satu kiblat manajemen tempat ibadah mandiri di Indonesia ini diharapkan dapat membawa pulang formula sukses untuk diterapkan di tingkat lokal.

​Ketua PCM Galur Ismail Taufik, menegaskan, agenda ini dirancang untuk membuka cakrawala baru bagi para pengurus takmir.

“Melalui studi tiru ini, para takmir diharapkan mendapatkan wawasan segar mengenai pengelolaan masjid yang lebih mandiri, profesional, dan berdaya bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.

​Imam Masjid Al-Falah, Muhammad Lutfil, mengaku sangat tersanjung karena tempatnya dijadikan sebagai sasaran referensi utama. Menariknya, ia mengingatkan kembali tentang nilai historis keilmuan yang saling bertautan.

“Dahulu Masjid Al-Falah justru banyak belajar dan mengambil inspirasi awal dari Yogyakarta,” ungkapnya.

​Dalam pemaparannya, Lutfil membagikan kunci keberhasilan pengelolaan Masjid Al-Falah, salah satunya terletak pada keberanian melakukan regenerasi kepengurusan.

“Saat ini, pengelolaan harian masjid didominasi oleh anak-anak muda yang berusia di bawah 40 tahun,” terangnya. Lebih-lebih, struktur kelembagaannya didorong untuk terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Didukung oleh skema pendanaan kreatif dari berbagai sumber sehingga tidak hanya bertumpu pada kotak infak konvensional,” tambahnya.

​Lutfil menekankan, pentingnya memakmurkan pelayanan dan jamaah terlebih dahulu sebelum melangkah pada inovasi pengembangan fisik.

“Ketika sebuah masjid secara totalitas melayani kebutuhan jamaah dengan transparan dan tulus, maka kepercayaan publik akan tumbuh subur dengan sendirinya,” ulasnya.

​Melalui studi tiru ini, PCM Galur berharap para pengurus takmir dapat membawa pulang spirit dan formula sukses tersebut untuk diimplementasikan di masjid-masjid lokal Galur. Langkah nyata ini diharapkan mampu memicu gelombang baru di mana masjid tidak sekadar menjadi tempat bersujud, melainkan juga generator kesejahteraan sosial, ekonomi, dan spiritual yang adaptif terhadap zaman.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah wilayah Kalim....

Suara Muhammadiyah

7 July 2026

Berita

VIETNAM, Suara Muhammadiyah--- Masjid Salamad Kota Long Xuyen, telah diresmikan pada Jum'at, 5 Desem....

Suara Muhammadiyah

6 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menerima be....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) S....

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya mempersiapkan calon advokat menghadapi Ujian Profesi....

Suara Muhammadiyah

9 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah