Belajar dari Masjid Al-Irsyad, PRM Tirtonirmolo Barat Dorong Masjid Lebih Inovatif dan Berdampak

Suara Muhammadiyah

12 September 2026

118
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pengajian Rutin Bulanan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat tidak hanya menjadi forum untuk memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga ruang belajar, berbagi pengalaman, dan mencari inspirasi untuk mengembangkan gerakan Persyarikatan di tingkat ranting.

Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian Rutin Bulanan PRM Tirtonirmolo Barat yang digelar Kamis (10/9/2026) di Masjid Al-Muthohar, Bekelan, Tirtonirmolo. Pengajian yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 10 ini diikuti unsur PRM-PRA, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Angkatan Muda Muhammadiyah, takmir masjid, kader Muhammadiyah, serta jamaah Masjid Al-Muthohar.

Masjid Al-Muthohar memiliki kedekatan khusus dengan PRM Tirtonirmolo Barat karena salah satu ruangannya digunakan sebagai Kantor PRM. Masjid tersebut juga memiliki fasilitas yang memadai serta didukung kekompakan jamaah dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Pengajian kali ini secara khusus mengangkat tema pembelajaran dari keberhasilan pengelolaan Masjid Al-Irsyad Yogyakarta. Masjid tersebut dinilai memiliki berbagai program inovatif yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jamaah di sekitar masjid, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah.

Pengajian dipandu Ustaz Wawan Surahman, anggota Bidang Tarjih, Dakwah dan Pembinaan Masjid/Musala PRM Tirtonirmolo Barat. Dalam pengantarnya, ia mengajak jamaah untuk tidak ragu belajar dari keberhasilan pihak lain.

“Keberhasilan sebuah masjid tidak cukup hanya dilihat dari kondisi fisik bangunan, tetapi juga dari sejauh mana masjid mampu menghadirkan kemanfaatan bagi jamaah dan masyarakat,” demikian pesan yang mengemuka dalam pengantar pengajian.

Hadir sebagai narasumber, salah satu pengurus Masjid Al-Irsyad, Ustaz Abdur Rauf, S.T., M.M. Ia memperkenalkan berbagai program Masjid Al-Irsyad sekaligus menjelaskan faktor yang mendorong masjid tersebut mampu menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional.

Kiprah tersebut turut mengantarkan Masjid Al-Irsyad Yogyakarta memperoleh penghargaan sebagai Masjid Tangguh Bencana dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam ajang Cabang Ranting Masjid Award di Banjarmasin pada November 2025.

Menurut Ustaz Abdur Rauf, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program Masjid Al-Irsyad yang berorientasi pada kepedulian sosial dan kemanfaatan masyarakat.

Salah satu program yang cukup fenomenal adalah pembangunan sumur bagi masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan air, terutama di wilayah Gunungkidul.

Hingga saat ini, Masjid Al-Irsyad telah membangun sekitar 26 sumur di berbagai daerah, termasuk Gunungkidul. Setiap sumur membutuhkan anggaran sekitar Rp40 juta dengan kedalaman rata-rata 40 meter.

Air dari sumur tersebut kemudian dialirkan melalui jaringan pipa dengan jarak rata-rata 400–500 meter menuju masjid yang menjadi titik pemanfaatan. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati akses air bersih melalui fasilitas yang dibangun dengan gerakan sosial berbasis masjid tersebut.

Program tersebut menunjukkan bahwa masjid dapat memainkan peran yang lebih luas dalam menjawab persoalan masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat pelayanan sosial dan pemberdayaan umat.

Lima Pesan untuk Takmir

Dalam paparannya, Ustaz Abdur Rauf juga menyampaikan lima hal yang perlu menjadi perhatian para takmir masjid dan musala.

Pertama, takmir harus berilmu. Pengelolaan masjid membutuhkan pengetahuan yang memadai, baik dalam bidang keagamaan, manajemen, pelayanan jamaah maupun pemahaman terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.

Kedua, takmir harus aktif dan berinovasi. Masjid perlu terus mencari gagasan baru agar mampu menjawab kebutuhan jamaah dan perkembangan masyarakat. Aktivitas masjid tidak semestinya berhenti pada rutinitas, tetapi dikembangkan menjadi gerakan yang memberikan manfaat nyata.

Ketiga, jangan mengelola masjid dengan waktu yang tersisa. Amanah sebagai takmir membutuhkan kesungguhan dan perhatian. Pengelolaan masjid bukan pekerjaan yang dilakukan sekadar ketika memiliki waktu luang, tetapi merupakan tanggung jawab yang perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Keempat, jangan memiliki visi yang terlalu sederhana. Takmir perlu memiliki pandangan jauh ke depan mengenai masjid yang hendak dibangun. Masjid harus memiliki cita-cita besar dan keberanian mengembangkan program yang memberikan kemanfaatan lebih luas bagi umat.

Kelima, masjid harus ramah terhadap anak-anak dan kaum muda. Generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk tumbuh dan beraktivitas di masjid. Karena itu, masjid perlu dibangun sebagai ruang yang nyaman, terbuka, edukatif, dan menarik bagi anak-anak maupun kaum muda.

Terkait pembelajaran dari Masjid Al-Irsyad Yogyakarta, Ketua PRM Tirtonirmolo Barat, Sofriyanto, berharap pengalaman dan inovasi yang telah dilakukan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan masjid-masjid di lingkungan Tirtonirmolo Barat.

“Yang kita pelajari dari Masjid Al-Irsyad bukan semata-mata untuk meniru apa yang sudah mereka lakukan. Yang lebih penting adalah menangkap semangat, cara berpikir, keberanian berinovasi, dan orientasi kemanfaatannya, kemudian kita sesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di lingkungan kita,” tuturnya.

Ia berharap, masjid-masjid di lingkungan PRM Tirtonirmolo Barat ke depan tidak hanya semakin baik dalam penyelenggaraan ibadah dan pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu hadir menjawab kebutuhan sosial masyarakat.

“Harapannya, dari forum seperti ini lahir gagasan-gagasan baru. Masjid kita semakin hidup, jamaah semakin terlibat, anak-anak dan kaum muda semakin dekat dengan masjid, dan keberadaan masjid benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Sofriyanto, keberhasilan sebuah masjid pada akhirnya tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan maupun banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa jauh masjid mampu membangun jamaah, menguatkan kepedulian sosial, dan menghadirkan kemanfaatan bagi lingkungan sekitarnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Sina (ilmuwan kedokt....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketimpangan distribusi tenaga medis serta meningkatnya kebutuhan la....

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Sebanyak 63 calon mahasiswa baru Program Pendidikan Ulama Tarji....

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Program INKLUSI ‘Aisyiyah bekerja sama dengan Majelis T....

Suara Muhammadiyah

8 March 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Rumah gedek yang nyaris rubuh itu memang sudah tak layak huni. Bu Hasnah....

Suara Muhammadiyah

19 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah