Cetak 18 Dokter Baru, Kontribusi UMY Atasi Ketimpangan Sistem Kesehatan

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

578
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketimpangan distribusi tenaga medis serta meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan spesialis masih menjadi tantangan dalam sistem kesehatan nasional. Kondisi tersebut menuntut penguatan pendidikan dokter spesialis agar layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan oleh Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode LXXXVII Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, Rabu (28/1), di Convention Hall Lantai 4 Gedung Erwin Santosa RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Pada periode ini, sebanyak 18 dokter baru resmi disumpah. Dengan demikian, secara keseluruhan UMY telah mencetak 4.278 dokter. Capaian tersebut, menurut Slamet, menjadi bukti konsistensi UMY dalam mencetak tenaga medis yang siap mengabdi di berbagai daerah dengan tantangan kesehatan yang beragam. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi di bidang kesehatan tidak dapat berhenti pada pencetakan dokter umum semata.

“Dunia kedokteran di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari ketimpangan distribusi tenaga medis hingga tuntutan adaptasi terhadap perkembangan teknologi kedokteran. Oleh karena itu, kontribusi pendidikan kedokteran harus terus diperkuat,” ujarnya.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Slamet mengungkapkan bahwa UMY telah resmi memperoleh Surat Keputusan pendirian 10 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Langkah ini dinilainya sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung penguatan sistem kesehatan nasional secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa profesi dokter menuntut komitmen sebagai pembelajar sepanjang hayat. Sumpah dokter, menurutnya, bukan sekadar penanda kelulusan akademik, melainkan awal dari amanah besar dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Hari ini bukan hanya penanda kelulusan, tetapi awal dari perjalanan panjang. Seorang dokter harus terus belajar, bekerja keras, dan memperbarui ilmu demi keselamatan serta kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

Sejalan dengan visi UMY, 18 dokter baru tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan kompetensi medis dengan nilai-nilai keislaman dan etika profesi. Penguasaan ilmu kedokteran, lanjut Slamet, harus berjalan beriringan dengan kepekaan nurani serta tanggung jawab moral.

“Kami berharap para dokter lulusan UMY mampu mengintegrasikan praktik medis dengan nilai-nilai keislaman, menjunjung tinggi etika profesi, serta mengabdikan kompetensinya secara profesional bagi masyarakat,” tegasnya. (NF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEMALANG, Suara Muhammadiyah - Tari Kecak biasanya kita jumpai saat berwisata ke Pulau Dewata di Bal....

Suara Muhammadiyah

13 June 2024

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah – Ribuan jamaah dari berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah-  Konsolidasi Aisyiyah Sumatera Utara Zona-III berlangsung di Kota Si....

Suara Muhammadiyah

15 January 2024

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menjadi satu-satunya p....

Suara Muhammadiyah

23 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di depan 200 orang pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang ber....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah