BOGOR, Suara Muhammadiyah - Bukan sekadar mengabdi, tetapi hadir untuk berbagi dan bertumbuh bersama masyarakat. Melalui PENGMAS di Desa Leuwi Batu, BEM FKIP UHAMKA menghadirkan aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan untuk memperkuat kepedulian sosial serta membangun masyarakat yang lebih berdaya dan berkelanjutan.
Bogor, 24 Mei 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (BEM FKIP UHAMKA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PENGMAS) di Desa Leuwi Batu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 17–24 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari ini mengusung tema “Penguatan Modal Sosial Masyarakat melalui Intervensi Pendidikan, Kesehatan Preventif, dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.”
Kegiatan ini melibatkan 23 mahasiswa peserta dan 25 pengurus BEM FKIP UHAMKA. Berbagai program dirancang untuk mendorong peningkatan pengetahuan, kepedulian sosial, serta partisipasi masyarakat melalui bidang pendidikan, kesehatan, kesiapsiagaan bencana, dan lingkungan.
Di bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan bimbingan belajar bagi anak-anak, membantu kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta menyelenggarakan seminar pendidikan dan workshop pembelajaran interaktif berbasis digital. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan relevan.
Izul Hidayat, salah seorang guru di sekolah setempat, menyampaikan bahwa workshop tersebut memberikan wawasan baru bagi para pendidik. “Program workshop pembelajaran interaktif ini membuka cakrawala dan wawasan baru bagi kami. Pendidikan saat ini sejatinya harus merata, tetapi guru-guru di daerah pelosok masih jarang mendapatkan kegiatan seperti ini. Kami sangat bersyukur dapat difasilitasi melalui agenda ini. Harapan saya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, terutama di daerah-daerah pelosok,” ungkap Izul Hidayat.
Selain pendidikan, mahasiswa memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada anak-anak. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan situasi darurat, langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana, serta pentingnya menjaga keselamatan diri dan lingkungan. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman dasar mengenai kesiapsiagaan sejak usia dini.
Pada bidang kesehatan, PENGMAS menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti oleh 50 warga. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan dasar sekaligus menambah pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan secara preventif.
Salah seorang warga, Wati, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Melalui kegiatan ini, kami jadi mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan. Apalagi bagi kami yang usianya sudah tidak muda lagi, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat,” ungkap Wati.
Kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti bersama warga dan penyelesaian fasilitas tempat sampah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kebiasaan menjaga kebersihan serta meningkatkan kesadaran bersama terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pentas seni yang menampilkan anak-anak MI Mathlaul Anwar, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama warga. Momen ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus bentuk apresiasi terhadap partisipasi anak-anak dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Ketua Pelaksana PENGMAS, Arnas Abdani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar formalitas atau tontonan semata, melainkan manifestasi nyata BEM FKIP UHAMKA sekaligus wadah konkret bagi mahasiswa aktif FKIP UHAMKA untuk mengimplementasikan kepedulian sosial. Hal ini menjadi poin penting bagi pemerintah agar senantiasa memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah yang relatif jauh dari pusat perkotaan,” ujarnya. (Arnas)

