Berpandangan Moderat: Jalan Pembeda antara Muhammadiyah dengan Ormas Islam Garis Keras

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

1845
Upgrading PWM, BPH, Pimpinan PTM Provinsi Lampung  bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (20/1) di SM Tower.

Upgrading PWM, BPH, Pimpinan PTM Provinsi Lampung bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (20/1) di SM Tower.

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di ruangan berpendingin. Meja dan kursi tersusun melingkar di tengah. Menyisakan space agak luas di bagian kanan dan kiri. Di sana tampak rombongan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung sedang menyimak paparan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir di SM Tower (20/1). 

Di hadapan pimpinan Persyarikatan tingkat wilayah itu Haedar berpesan agar selalu menjaga pandangan moderat yang selama ini telah menjadi jalan hidup warga Muhammadiyah. Memahami serta mendalami cara pandang keagamaan yang dimiliki Muhammadiyah. Dan yang tak kalah penting, tidak memandang realitas secara hitam-putih atau tekstual. Hal inilah yang membedakan antara Muhammadiyah dengan kelompok Islam lain yang juga mengusung semangat kembali kepada Al-Qur’an dan Sunah. 

Guru Besar Sosiologi UMY tersebut memastikan bahwa pemikiran yang dijalankan Muhammadiyah memiliki sanad keilmuan yang sampai kepada KH Ahmad Dahlan. Makai a menyarankan warga Muhammadiyah yang ingin mendalami pemikiran Muhammadiyah supaya membaca Manhaj Tarjih, PHIWM, dan ayat-ayat yang pernah diajarkan KH Ahmad Dahlan. Teksnya dikaji secara mendalam yang luas, konteksnya juga dipahami secara mendalam dan meluas,” ujar Haedar. 

Sebagaimana yang pernah dijelaskan di dalam Manhaj Tarjih, Muhammadiyah memahami wahyu melalui tiga pendekatan, yaitu teks, konteks, dan intuisi. Di dunia akademis ketiga pendekatan ini umum disebut bayani, burhani, dan irfani. 

“Jika dilihat dari sisi ini, maka akan ditemukan perbedaan yang mendasar antara Muhammadiyah dengan salafi yang lebih tekstual dalam memahami wahyu,” ujarnya. 

Haedar meyakini jika warga Muhammadiyah memahami Manhaj Tarjih dan pemikiran-pemikiran Muhammadiyah secara komprehensif. Tidak akan ada pemahaman yang keras soal agama di tubuh organisasi modern Islam terbesar ini. Oleh karena itu pandangan tengahan yang sesuai dengan Manhaj Tarjih harus mengakar kuat di lingkungan Muhammadiyah. (diko/ppm)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Semesta menjadi wajah ba....

Suara Muhammadiyah

20 May 2026

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menerima penyerahan ....

Suara Muhammadiyah

12 August 2025

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah — Setelah sebelumnya menjadi narasumber pada seminar internasional d....

Suara Muhammadiyah

9 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) resm....

Suara Muhammadiyah

21 December 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Bertempat ruang Dekanat Lantai 3 Gedung At-Tauhid Tower Universi....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah