Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Perkuat Mutu dan Jaga Kepercayaan Masyarakat

Suara Muhammadiyah

12 October 2026

62
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menargetkan penerimaan 7.500 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2027/2028. Target tersebut disampaikan dalam Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) UMY 2027 yang digelar di Gedung Admisi UMY, Sabtu (10/10).

Untuk mencapai target tersebut, UMY mendorong seluruh dosen terlibat aktif dalam mempromosikan kampus sekaligus memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah potensial, termasuk sekolah di luar jaringan Muhammadiyah.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., menegaskan bahwa upaya meningkatkan jumlah mahasiswa baru tidak dapat hanya mengandalkan unit admisi. Menurutnya, seluruh unsur perguruan tinggi perlu berperan dalam memperkenalkan keunggulan kampus kepada masyarakat.

“Setiap dosen itu juga bertugas menjadi promotor yang baik tentang UMY. Jadi, jangan hanya diserahkan kepada pimpinan,” ujar Zuly saat Kick Off Penmaru UMY 2027.

Zuly menilai keterlibatan dosen menjadi penting karena mereka berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan memiliki pemahaman mengenai program pendidikan yang ditawarkan kampus. Peran tersebut diharapkan dapat memperkuat penyampaian informasi kepada calon mahasiswa dan sekolah mitra.

Selain melibatkan dosen, Zuly meminta agar strategi promosi dilakukan secara lebih terencana dengan menjangkau sekolah-sekolah yang selama ini belum menjadi mitra UMY.

“Promosi yang terstruktur, terukur, dan masif perlu dilakukan ke beberapa basis calon mahasiswa kita,” tegasnya.

Zuly menegaskan bahwa upaya meningkatkan jumlah mahasiswa baru perlu dibarengi dengan perluasan jaringan promosi ke berbagai sekolah. Menurutnya, UMY tidak boleh hanya mengandalkan sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai basis penerimaan mahasiswa, tetapi juga perlu menjangkau lembaga pendidikan dari latar belakang yang lebih beragam.

Ia mendorong agar kerja sama dan komunikasi dengan sekolah-sekolah potensial terus diperluas, termasuk sekolah Kristen dan Katolik. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan UMY kepada lebih banyak calon mahasiswa sekaligus memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa baru.

“SMA mitra silakan harus digerakkan dengan baik, bukan hanya Muhammadiyah. Kalau mau nanti ke SMA Kristen, nanti saya telepon para pastor dan pendetanya supaya masuk ke sini,” ujar Zuly.

Selain memperluas sasaran promosi, Zuly menekankan pentingnya strategi penerimaan mahasiswa baru yang terencana, terukur, dan dijalankan secara konsisten. Menurutnya, keterlibatan sekolah mitra harus dioptimalkan agar informasi mengenai program pendidikan dan fasilitas UMY dapat menjangkau calon mahasiswa secara lebih luas.

Selain berfokus pada peningkatan jumlah mahasiswa baru, UMY juga memberikan perhatian terhadap masa depan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Kampus berupaya memperkuat akses magang dan pengalaman profesional sebagai bekal mahasiswa memasuki dunia kerja.

Zuly menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menarik calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Menurutnya, kampus juga perlu memikirkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja setelah lulus.

“Sekarang tempat kerjanya dijanjikan. Nah, itu menurut saya penting disampaikan oleh para mitra dan para dosen, bahwa UMY itu mencarikan tempat bekerja, salah satunya dengan cara magang,” ujar Zuly.

Zuly mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan kesempatan magang berbayar bagi mahasiswa melalui jaringan kerja sama dengan sejumlah kementerian. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses pengalaman kerja sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.

Perkuat Mutu Pendidikan dan Program Berdampak

Sementara itu, Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., mengatakan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di UMY menjadi tanggung jawab besar bagi universitas. Karena itu, peningkatan jumlah mahasiswa harus dibarengi dengan kualitas pembelajaran, prestasi, dan fasilitas pendidikan yang memadai.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan mutu, kualitas, bahkan prestasi dari mahasiswa dan mahasiswi kami selama belajar di sini,” ujar Bachtiar dalam Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) UMY 2027, Sabtu (10/10/2026).

Bachtiar menegaskan bahwa penguatan kualitas pendidikan menjadi bagian dari komitmen UMY dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, peningkatan prestasi mahasiswa perlu didukung sarana dan prasarana pembelajaran yang terus dikembangkan.

“Oleh karena itu, peningkatan mutu dan peningkatan prestasi akan kami upayakan berbanding lurus dengan peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran pendidikan,” katanya.

Modernisasi Fasilitas untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran

Bachtiar mengungkapkan bahwa UMY tengah melakukan pembenahan fasilitas pendidikan secara bertahap. Langkah tersebut mencakup peremajaan ruang kelas hingga pengembangan sarana pendukung kegiatan mahasiswa.

Ia mengatakan sebagian ruang pembelajaran di sayap utara dan selatan telah mendapatkan pembaruan. Pembenahan akan dilanjutkan ke ruang kelas lainnya agar peningkatan kualitas fasilitas dapat dirasakan secara lebih merata.

“Kami akan remajakan, lengkapi, dan modernisasi seluruh ruang pembelajaran kelas yang ada di UMY,” tegasnya.

Selain fasilitas akademik, UMY juga merencanakan pengembangan sarana olahraga dan kegiatan kemahasiswaan, antara lain lapangan mini soccer, pusat kebugaran, dan fasilitas padel.

Menurut Bachtiar, pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah minat, bakat, dan prestasi di luar kegiatan perkuliahan.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pembangunan fasilitas harus diikuti peningkatan mutu proses belajar mengajar. Dengan begitu, mahasiswa dapat memperoleh layanan pendidikan yang semakin baik selama menempuh studi.

Tak Sekadar Promosi, UMY Ingin Beri Dampak Nyata bagi Sekolah

Bachtiar menegaskan bahwa keberadaan UMY harus memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah mitra, mulai dari SMA, SMK, hingga madrasah aliyah.

Menurutnya, hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah tidak boleh hanya terjalin ketika masa penerimaan mahasiswa baru. Kolaborasi perlu diwujudkan melalui program yang dapat membantu meningkatkan kapasitas sekolah dan peserta didik.

“Kami berkomitmen UMY hadir mempunyai manfaat dan berdampak positif kepada sekolah dan kepada anak didik kami,” ujar Bachtiar.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sahabat Sekolah. Melalui program tersebut, mahasiswa UMY dapat menjalankan pengabdian di sekolah sesuai kebutuhan dan bidang keahlian masing-masing.

Bachtiar menjelaskan, sekolah mitra dapat mengajukan pendampingan dalam berbagai bidang, mulai dari literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), komputer, perpustakaan, teknik mesin, hingga robotika.

“Program kami ada KKN Sahabat Sekolah. Jadi, biasanya KKN kami di komunitas, di kampung, di desa, di kantor seperti itu. Maka mulai tahun ini KKN kami ada di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Ia berharap pelaksanaan KKN di sekolah dapat memberikan manfaat langsung kepada guru dan peserta didik, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

Perkuat Kolaborasi demi Pengembangan Pendidikan

Bachtiar menambahkan, UMY juga telah meresmikan sejumlah fasilitas corner di sekolah sebagai bagian dari penguatan hubungan dengan mitra pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan kemitraan harus diarahkan pada pengembangan kapasitas sekolah, bukan sekadar memperkenalkan program studi atau menyampaikan informasi penerimaan mahasiswa baru.

“Kami tidak hanya datang memberikan informasi terkait Penmaru. Kami juga datang untuk meningkatkan kapasitas sekolah Bapak, Ibu, kapasitas anak-anak kami yang ada di sekolah,” ungkapnya.

Menurut Bachtiar, perguruan tinggi dan sekolah memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, kerja sama kedua lembaga pendidikan perlu diperluas melalui program yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. (RNS)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Prodi Magister Ilmu Administrasi Publik Program Pascasarjana Un....

Suara Muhammadiyah

23 May 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) bekerja sama denga....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah Daerah Istimewa....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024

Berita

SEOUL, Suara Muhammadiyah – Produk binaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat....

Suara Muhammadiyah

29 June 2026

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) masuk daftar Perguruan Tinggi Sw....

Suara Muhammadiyah

18 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah