SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Pendidikan 'Aisyiyah (SIPENA) yang diinisiasi Pimpinan Wilayah Ikatan Guru 'Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) DIY, Rabu (13/5) di Aula Masjid Sudja' RS PKU Muhammadiyah Gamping menjadi ruang untuk meningkatkan validasi data PAUD 'Aisyiyah DIY.
Ketua PW IGABA DIY Kus Indarti menyebut Bimtek SIPENA menjadi penting bagi guru PAUD di DIY untuk beradaptasi dengan digitalisasi yang kian menyeruak di lapangan kehidupan.
"Untuk lebih tahu tentang apa itu SIPENA, bisa memasukkan data-data sekolah, kelanjutannya bisa data tersebut dimonitor secara nasional," ujarnya, saat ditemui Suara Muhammadiyah di sela-sela acara.
Digitalisasi menemukan titik urgensinya. Pokok pangkalnya bisa mengetahui data-data vital lembaga pendidikan yang tersebar, khususnya yang ada di wilayah DIY dan sekitarnya.
"Kita bisa melihat secara langsung nanti data tersebut berapa jumlah lembaga yang ada di DIY ini, jumlah muridnya, jumlah TK-nya, kemudian di dalam tingkat tersebut sistem pembayaran di TK tersebut bisa kita lihat dari situ," terangnya.
Inisiatif SIPENA ini, imbuh Kus, sebagai upaya mentransformasikan input data-data lembaga pendidikan yang masih konvensional menjadi digital.
"Intinya SIPENA ini untuk kemajuan lembaga pendidikan masing-masing," sebutnya.
Kenyataan ini memberitahukan jika SIPENA benar-benar menjadi kebutuhan yang amat mendesak bagi dunia pendidikan. Kenapa begitu?
"Kalau tidak tersistem seperti SIPENA ini, data itu sering hilang," Kus menerangkan. Ini yang riskan jika penginputan data masih bersifat konvensional.
"Kalau sudah tersistem, kita bisa buka saja langsung di HP, di laptop, jumlah lembaga termonitor secara jelas," bebernya.
Lebih jauh lagi, SIPENA ini sudah terhubung secara nasional. "Bisa langsung dari situ kebaca secara nasional," ucapnya.
Sekalipun demikian, obstruksi yang terjadi belum keseluruhan bisa mengisi semuanya di SIPENA.
"Karena kendala macam-macam ada di pelosok dan lain-lain yang belum sampai ke situ, sehingga datanya itu belum sesuai dengan yang diharapkan secara nasional," singkapnya.
Meski begitu, untuk DIY sendiri, Kus sebut, sudah melakukannya dengan baik.
"Untuk DIY alhamdulillah sudah, sudah 98% berhasil," bongkarnya.
Dari sinilah kemudian, terjadi tertib dalam penginputan data. Kus menilai, dengan SIPENA ini, data-data lebih mudah diketahui hal ihwal jumlah lembaga yang ada di DIY, juga lebih lebih transparan.
"Karena di SIPENA di dalamnya ada menyangkut sekolah, Mas, ada pembayaran sekolah, ada data murid, data orang tua di situ sudah lengkap," urainya.
Melalui Bimtek ini, Kus berharap semua lembaga yang ada di DIY ini lebih bisa untuk belajar dengan SIPENA.
"Selanjutnya bisa untuk rutin secara kontinyu memasukkan data-data ke SIPENA," tandasnya. (Cris)

