BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bioteknologi (Himabit) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kompetisi akademik Biotechnology of Champions sebagai upaya membangun budaya riset, inovasi, dan daya saing mahasiswa.
Kegiatan bertema Unlocking Potential Through Competition and Research Innovation tersebut berlangsung di lantai 8 Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Sabtu (4/7/2026).
Ketua Pelaksana Mela Komalasari menjelaskan bahwa Biotechnology of Champions merupakan program unggulan Bidang Riset dan Pengembangan Himabit yang dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik di luar perkuliahan.
Menurutnya, kompetisi ini menjadi media pembelajaran yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan riset dan inovasi.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pola pikir kritis mahasiswa, mengasah kemampuan memecahkan masalah, dan menumbuhkan minat yang kuat terhadap dunia riset di bidang bioteknologi," ujarnya.
Kompetisi menghadirkan dua kategori utama, yakni Lomba Cerdas Cermat (LCC) untuk menguji penguasaan konsep dasar bioteknologi serta simulasi penyusunan proposal ilmiah yang mengadopsi skema PKM dan P2MW.
Melalui simulasi tersebut, peserta dibiasakan menyusun proposal sesuai standar kompetisi nasional sehingga memiliki bekal sebelum mengikuti seleksi yang sesungguhnya.
Beragam gagasan inovatif yang dipresentasikan peserta mencakup pengembangan pangan fungsional, teknologi ramah lingkungan, hingga riset di bidang kesehatan dan penemuan obat.
Mela menilai pengalaman tersebut akan menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang aplikatif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain meningkatkan kompetensi akademik, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu bekerja sama dalam tim.
Peserta berasal dari mahasiswa Prodi Bioteknologi angkatan 2023, 2024, dan 2025 sebagai upaya memperkuat kolaborasi serta pertukaran pengalaman akademik antarangkatan.
Mela berharap Biotechnology of Champions dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melahirkan lebih banyak mahasiswa berprestasi di bidang riset dan kewirausahaan.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh melalui kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam ajang PKM maupun P2MW tingkat nasional.
"Semoga pengalaman dari kegiatan ini mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam ajang PKM dan P2MW, sehingga ide-ide inovatif yang lahir di kampus dapat berkembang menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Kaprodi Bioteknologi UM Bandung Wulan Pertiwi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Himabit dalam menyelenggarakan kompetisi tersebut.
Menurutnya, Biotechnology of Champions menjadi ruang strategis untuk mengembangkan kompetensi akademik mahasiswa sekaligus memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan Program Studi Bioteknologi.
Wulan menilai kompetisi semacam ini tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga melatih mahasiswa berpikir kritis, memperluas wawasan, dan membangun semangat berkompetisi secara sehat.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk meraih prestasi di berbagai kompetisi ilmiah, baik di tingkat regional maupun nasional.
"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengasah kompetensi, wawasan, dan semangat kompetitif mahasiswa di bidang bioteknologi, sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan jiwa juara yang kelak bermanfaat bagi bangsa dan negara," tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kompetisi dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi nilai sportivitas, dan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar serta pengembangan diri. "Semoga Biotechnology of Champions berjalan lancar, sukses, dan membawa keberkahan bagi kita semua," pungkasnya.*(FK/HMA)

