Bukan Soal Pakaian Serba Baru; tapi Bertambah atau Luruh Takwanya?

Suara Muhammadiyah

22 March 2026

617
Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

Prof Dr Syafiq A Mughni, MA

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Momen Idul Fitri yang dirayakan setiap tahun, selalu diidentikkan dengan nuansa serba baru. Lebih-lebih lagi menyangkut pakaian, tak pelak orang berduyun-duyun untuk bisa berpakaian baru, pembeda dengan Idul Fitri tahun sebelumnya.

Jika dimaknai secara mendalam, sebetulnya, substansi Idul Fitri tidaklah dapat dimaknai seperti itu. “Id itu adalah bagi mereka orang-orang yang bertambah takwanya kepada Allah SwT,” ujar Syafiq A Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Bertambahnya takwa, karena telah ditempa sebelumnya di bulan Ramadhan lewat berpuasa. Karenanya berpuasa bukan sekadar menahan haus dan dahaga, lebih dari itu, banyak hikmah yang dapat diperoleh.

“Semakin banyak hikmah yang kita ambil, maka semakin sempurnalah puasa itu,” tekannya, Jumat (20/3) saat Khutbah Idul Fitri 1447 H di Lapangan Fasum Bunderan Perumtas 3, Grabagan, Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Implementasi ibadah puasa niscaya sarat hikmah yang diperoleh. Umat Islam diajarkan menjadi orang yang sabar, tidak kehilangan orientasi tatkala mendapat ujian. “Orang yang tabah dan istikamah tetap berada di jalan yang benar dalam situasi apa pun,” tutur Syafiq.

Demikian pula melatih orang berlaku jujur. Bagi Syafiq, kejujuran barang paling fundamental, apalagi di tengah krisis akut yang mendera kehidupan abad modern. “Hendaklah kamu semua menjauhi kebohongan, kecurangan. Karena itu mengantarkan kepada keburukan, kejahatan,” lanjutnya.

Pada saat bersamaan, umat Islam dilatih memiliki sensitivitas sosial kepada sesama. Melongok kembali terhadap lingkungan sekitar, ditemukan di permukaan orang-orang yang perlu ditolong hatta tanpa melihat siapa dan dari mana dia berasal.

“Maka tugas tugas kita adalah solidaritas sosial. Kita dituntut untuk menjadi orang yang bisa menolong. Apa pun yang kita bisa lakukan hendaklah kita berikan pertolongan kepada orang-orang yang sedang mengalami penderitaan,” tegasnya.

Di situlah pertanda dari semakin bertambahnya kualitas takwa seseorang. Jangan sampai sebaliknya, takwanya justru mengalami peluruhan. “Karena kegagalan kita di dalam mendapatkan hikmah dari ibadah-ibadah dan amalan-amalan selama bulan Ramadhan itu,” tukasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Terbentuknya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Muhammadiyah Cilacap....

Suara Muhammadiyah

25 February 2026

Berita

ENREKANG, Suara Muhammadiyah - Perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital dan k....

Suara Muhammadiyah

12 May 2025

Berita

KENDAL, Suara Muhammadiyah - Rapat Koordinasi Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) dan Mudir Pesantr....

Suara Muhammadiyah

21 November 2023

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Departemen Ilmu Komunikasi Un....

Suara Muhammadiyah

22 June 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Percut Sei Tuan laksanakan Rapat Kerja Pimp....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah