Bukan untuk Sorotan, Panggilan Keimanan dan Keikhlasan Jadi Spirit Relawan Muhammadiyah Berkiprah

Suara Muhammadiyah

23 May 2026

361

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Indonesia tidak bisa lepas dari cengkeraman bencana. Adalah jelas, Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), menjadi pangkal utamanya.

Tak ayal, deret risiko bencana memicu kerawanan yang sangat tinggi, seperti letusan gunung api, gempa bumi, hingga tsunami.

Merespons fakta terbuka di lapangan itu, Agus Taufiqurrahman menyingkap, Muhammadiyah sendiri turut mengambil peran nyata di dalamnya.

“Muktamar Muhammadiyah di Surakarta nama lembaga penanggulangan bencana kita rubah dengan Lembaga Resiliensi Bencana. Maka bagaimana mempersiapkan kalau terjadi bencana itu sudah siap,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Demikian dikemukakan saat pembukaan Holistic IMM Care: Pelatihan HERT (Health Emergency Response TEAM & Psikososial di Universitas Muhammadiyah Magelang, Jumat (22/5).

Mencontoh Jepang. Negeri Matahari Terbit memang kerap terjadi bencana, khususnya gempa bumi. Karena wilayahnya berada di atas pertemuan empat lempeng tektonik utama Pasifik, Filipina, Eurasia, dan Amerika Utara, selain dilintasi oleh jalur Cincin Api Pasifik. 

“Jepang itu negara yang boleh dibilang akrab dengan gempa bumi. Saking tangguhnya, desain arsitekturnya tidak takut kalau terjadi bencana,” bongkar Agus.

Di situlah penting dihadirkan relawan-relawan yang tangguh menghadapi bencana. Lagi-lagi, relawan Muhammadiyah sudah teruji melakukan hal itu, bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

“Pak Menteri Kesehatan waktu itu memuji kehebohan relawan Muhammadiyah itu yang memang beda relawan Muhammadiyah itu,” bebernya.

Ciri khas relawan Muhammadiyah sendiri, kata Agus, yaitu menolong sesama dengan panggilan iman. Adalah jelas, ini menjadi spirit utama yang melekat pada diri setiap relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Bukan sorotan kamera yang menjadikan dia berprestasi. Bukan karena ada medsos yang menggugah dia melakukan kegiatan itu. Tapi karena memang iman itu menuntunkan menolong saudara kita,” tegas Agus.

Di samping itu, relawan Muhammadiyah berjiwa sabar. Tidak hanya sabar saja, tetapi sabar berbalut keikhlasan. Itu selalu disematkan dalam jiwa relawan saat praktik di lapangan.

“Di situlah kelebihan dari relawan Muhammadiyah,” singkapnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Musyawarah Daerah (Musyda) XVII Pimpinan Daerah Pemuda Muhamm....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Desa Wisata Cibuk Kidul untuk pertama kalinya menggelar Malam Punca....

Suara Muhammadiyah

9 September 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah –  Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan melalui Wakil Kepala Sekolah....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

PAMEKASAN, Suara Muhammadiyah - Semangat baru, harapan baru. Mungkin itu berhak untuk disematka....

Suara Muhammadiyah

18 June 2024

Berita

  JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. Saidul Amin, M....

Suara Muhammadiyah

8 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah