Oleh: Ir. Tito Yuwono, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM (Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta/Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Ngaglik, Sleman)
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Saat ini kita berada di Bulan Dzulqo’dah/Zulkaidah. Satu bulan setelah Ramadhan yang tersisipi Syawal. Yang banyak terluput dari perhatian kaum muslimin adalah saat ini kita sudah berada di Bulan-Bulan Haram, yakni Bulan yang dimuliakan. Jika berkaitan tempat terdapat tanah haram yaitu di Madinah dan Makah, berkaitan dengan waktuu juga terdapat Bulan Haram.
Bulan yang termasuk Bulan Haram, yaitu, Zulkaidah, Zulhijjah, Muharam, dan Rajab. Allah Ta’ala berfirman dalam Quran Surat Attaubah Ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
Juga dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 217, Allah Ta’ala berfirman:
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَٱلْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَٰتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ ٱسْتَطَٰعُوا۟ ۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
إنَّ الزَّمانَ قدِ استَدارَ كَهَيئَتِه يَومَ خَلَقَ اللهُ السَّمَواتِ والأرضَ، السَّنةُ اثنا عَشَرَ شَهرًا، مِنها أربَعةٌ حُرُمٌ، ثَلاثٌ مُتَوالياتٌ: ذو القَعدةِ، وذو الحِجَّةِ، والمُحَرَّمُ، ورَجَبُ مُضَرَ الذي بينَ جُمادى وشَعبانَ
“Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram: tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan Rajab…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka sebagai seorang Muslim, kita semestinya melakukan penghormatan terhadap Bulan-bulan Haram ini. Kita naikkan semangat beramal lagi baik wajib dan Sunnah. Disamping itu, kita berusaha sekuat tenaga untuk meninggal perbuatan zalim. Pada Bulan Haram ini pahala amal kebaikan dilipatgandakan, begitu pula dengan amal keburukan.
Beberapa amalan Sunnah yang diperbanyak adalah puasa Sunnah di Hari Senin dan Kamis, Puasa Sunnah di 9 hari pertama Bulan Zulhijjah, yang di dalamnya ada puasa Arafah, serta puasa 10 Muharram atau puasa Asyura.
Disamping itu banyak membaca Alquran disertai memahami maknanya sehingga Alquran betul-betul sebagai petunjuk dalam mengarungi kehidupan. Amalan lainnya adalah dianjurkan pula untuk lebh banyak bersedekah.
Dalam Quran Surat Attaubah Ayat 36 sangat ditekankan pada Bulan Haram untuk tidak menganiaya diri sendiri. Maksudnya untuk tidak melakukan keburukan baik diri sendiri maupun keburukan ke orang lain. Karena pada hakekatnya perbuatan buruk untuk orang lain itu adalah kembali untuk dirinya sendiri.
Banyak perkara-perkara yang harus kita jauhi seperti, mengambil bukan haknya, menyakiti orang lain, serta penyakit-penyakit hati seperti riya, hasad, takabur, tamak, mudah emosi dan sebagainya. Maka kehadiran Bulan-bulan haram jika dimaknai secara mendalam akan membawa dampak pada perbaikan diri serta mitigasi konflik sosial. Mari kita syiarkan lagi kemuliaan Bulan Haram ini sehingga ummat akan tercerahkan serta hidup dalam kedamaian dan berkeadaban.
Wallahu a’lamu bishshowab. Nashrun minallahi wa fathun qarib.

