Buya Cecep: Masjid Harus Jadi Ruang Tumbuh Kekuatan Umat

Suara Muhammadiyah

4 September 2026

55
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Masjid atau rumah Allah jangan hanya hidup ketika azan berkumandang. Lebih dari tempat ibadah mahdah, masjid seharusnya menjadi ruang tumbuhnya ilmu, akhlak, persaudaraan, kepedulian, dan pemberdayaan umat.

Pesan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung Cecep Taufikurrohman MA PhD saat menjadi pembicara dalam Program GSM Aisyiyah Jawa Barat pada Kamis (3/9/2026).

Buya Cecep, sapaan akrabnya, mengajak umat Islam untuk kembali memahami makna memakmurkan masjid. Menurutnya, memakmurkan masjid tidak sekadar membangun bangunan yang megah. Namun, bagaimana menghidupkan fungsi dan aktivitas masjid agar memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan masyarakat.

“Memakmurkan masjid bukan hanya membangun fisiknya, tetapi bagaimana umat Islam bisa menghidupkan fungsi dan aktivitasnya,” ujarnya. Masjid idealnya menjadi tempat bertemunya iman, ilmu, akhlak, ukhuwah, dan amal sosial.

Menurut Buya Cecep, gambaran tersebut dapat dilihat dari keteladanan Masjid Nabawi. Pada masa Rasulullah SAW, masjid tidak hanya menjadi tempat salat. Namun, masjid tersebut menjadi pusat pendidikan, pertemuan umat, pelayanan sosial, dan pembinaan masyarakat.

Dari masjid, lanjutnya, dapat tumbuh masyarakat yang kuat secara spiritual, intelektual, sosial, dan kepemimpinan. Iman membentuk orientasi hidup, ilmu membentuk cara berpikir, akhlak membangun karakter, ukhuwah menumbuhkan solidaritas, sedangkan amal mengubah nilai menjadi solusi nyata.

Namun, masjid saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Aktivitasnya sering kali lebih banyak terkonsentrasi pada kegiatan ritual. Sementara itu, potensi pemberdayaan umat, pengelolaan jamaah, dan pengembangan potensi sosial-ekonomi belum sepenuhnya digarap.

Oleh karena itu, masjid perlu dikembangkan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat. Majelis ilmu, tahsin, tahfiz Al-Qur’an, pembinaan imam, khatib, dai, guru, hingga kader umat dapat berjalan bersama dengan perpustakaan dan ruang diskusi.

Keterlibatan anak muda

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada generasi muda. Buya Cecep menilai masjid harus menjadi ruang yang aman, ramah, kreatif, dan mendidik, sekaligus memberi kesempatan kepada anak muda untuk terlibat sebagai pengelola dan inovator.

Keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui pengelolaan media sosial, podcast, desain, komunitas olahraga, kajian, kegiatan sosial, hingga dakwah digital. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi ikut merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kehidupan masjid.

Masjid juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pelayanan sosial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat dikelola secara amanah dan produktif untuk mendukung beasiswa, bantuan sosial, pelayanan kesehatan, pendampingan masyarakat, serta pengembangan UMKM jamaah.

Buya Cecep juga menawarkan gagasan masjid sebagai “third place”, yakni ruang yang dapat digunakan generasi muda untuk beribadah, belajar, berdiskusi, berkumpul, dan berkarya. Dengan demikian, masjid tidak lagi hanya identik dengan “datang, salat, lalu pulang”, tetapi menjadi ruang yang memadukan ibadah, ilmu, komunitas, kreativitas, dan kontribusi.

Doktor lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini menegaskan bahwa kemakmuran masjid tidak semata-mata diukur dari megahnya bangunan atau banyaknya kegiatan. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar masjid mampu melahirkan umat yang beriman, berilmu, berakhlak, peduli, mandiri, dan mampu menghadirkan kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

“Sejatinya masjid yang hidup akan melahirkan umat yang hidup. Sementara itu, umat yang hidup akan mampu membangun peradaban,” pungkas Buya Cecep.*(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Event tahunan English Communication (ECA) 2024 yang diinisiasi progr....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Pu....

Suara Muhammadiyah

16 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Minggu lalu, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menyelenggarak....

Suara Muhammadiyah

12 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Pekalonga....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Himpunan Mahasiswa Program Studi Psikologi (HIMAPSI) Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

4 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah