Cinta Rasulullah Tak Cukup dengan Pengakuan, Harus Terwujud dalam Laku Kehidupan

Suara Muhammadiyah

22 August 2026

121
dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Nabi Muhammad Saw merupakan sosok yang sangat mulia dan telah memberikan suluh keteladanan kepada umat manusia sejagat. Tak ayal, bila banyak menaruh atensi khusus dengan mengekspresikan kecintaan kepadanya.

 “Apakah kita cinta Rasul? Tanya Agus Taufiqurrahman. Jawaban di permukaan kentara, amat dan sangat mencintai. Bukti konkretnya apa? “Kami sering membaca selawat,” ujar Agus.

Demikian tidaklah keliru, sebab telah menjadi bagian instrumen Al-Qur’an. “Membaca selawat perintah Al-Qur’an,” tambahnya. Bahkan, disebut Agus, selawat dapat menghubungkan hati dengan Rasul. “Maka kita berselawat, berselawat dengan baik,” tuturnya.

Yang jadi soalan kemudian, sudah berselawat, tetapi menampilkan laku yang devian di kehidupan. Di sinilah perlu atensi secara saksama dalam pengejawantahan di lapangan.

“Sungguh aneh ketika kita membaca selawat, tetapi cara yang kita pakai tidak seperti yang diajarkan oleh Rasul,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut, Jumat (21/8) dalam Pengajian Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Islamic Center UAD Kampus 4 Yogyakarta.

Di samping itu, gemar mempelajari sirah Nabi yang merangkum catatan komprehensif perjalanan hidupnya dari sebelum kelahiran, masa kecil, masa dewasa, hingga wafatnya.

“Semakin mengenal, semakin cinta,” ucapnya, menambahkan lagi variabel berikutnya, mengikuti dan mengamalkan sunah-sunah yang diteladankannya.

“Itulah bukti nyata cinta kita kepada Rasulullah Saw,” kata Agus.

Dalam tilikan kesehatan, tak dimungkiri, banyak keteladanan yang bisa diserap yakni pertama, aktif bergerak. Sepanjang hidupnya, kata Agus, Nabi Muhammad Saw aktif bergerak dalam berdakwah. “Perbanyak aktif bergerak setiap hari. Tubuh bergerak, hidup jadi berkah,” ujarnya.

Kedua, makan seimbang. Diakui saat ini makan seimbang menjadi persoalan serius. “Kurang albumin (protein utama yang diproduksi oleh organ hati dan ditemukan dalam plasma darah), sekarang sakitnya over nutrisi,” beber Agus. Karena itu, kemampuan mengendalikan diri dalam memenuhi kebutuhan biologis menjadi penting agar tidak memicu berbagai penyakit.

Ketiga, tidur dan istirahat. Fenomena begadang sampai larut malam menjadi tren saat ini. Aktivitas itu tidak baik bila dilakukan terus-menerus. “Tidur yang cukup adalah kunci pemulihan tubuh dan dan pikiran,” tegasnya. Tidur bukan sekadar istirahat. “Di situ memberi kesempatan tubuh membangun seluruh hal-hal yang harus diperbaiki,” terangnya.

Keempat, berpuasa. Puasa menyehatkan badan, membersihkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah. “Jaga sehat agar kuat ibadah, produktif bekerja, dan bermanfaat bagi sesama,” sebut Agus.

Bagi Agus, meneladani Rasulullah Saw tidak hanya diwujudkan melalui pengakuan cinta. Lebih dari itu, kecintaan tersebut harus teraktualisasi dalam perilaku nyata, terlebih dalam menjaga diri agar tetap sehat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Ba....

Suara Muhammadiyah

3 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menapaki langkah st....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - “Sebagai pimpinan Muhammadiyah yang sudah bergumul cukup lama....

Suara Muhammadiyah

27 September 2024

Berita

INDRAMAYU, Suara Muhammadiyah - Putaran kedua kegiatan Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan sudah dim....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Suara Muhammadiyah bersama Bank Syariah Indonesia Tbk Regional VII ....

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah