Ciptakan Pengasuhan Aman, Dosen UM Bandung Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua, bahkan hingga menyebabkan kematian, menjadi persoalan serius di Indonesia yang perlu mendapat perhatian masyarakat dan akademisi. Fenomena itu sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya bagi ibu yang menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan keluarga.

Dosen Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Novy Yulianty SPsi MPsi Psikolog menjelaskan bahwa tindakan kekerasan seorang ibu terhadap anaknya merupakan persoalan kompleks yang tidak dapat dilihat dari satu penyebab. Kondisi psikologis, tekanan kehidupan, dan lingkungan sosial menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan untuk memahami fenomena tersebut.

Menurut Novy, kasus-kasus yang muncul ke permukaan dapat diibaratkan sebagai fenomena gunung es. Persoalan yang diketahui masyarakat kemungkinan hanya sebagian kecil dari berbagai masalah psikologis yang sebenarnya terjadi, sedangkan banyak kondisi lainnya belum terlihat atau mendapatkan perhatian.

"Fenomena ini seperti gunung es. Apa yang terlihat di permukaan mungkin hanya sebagian kecil, sementara masih banyak persoalan psikologis yang tidak diketahui masyarakat," ujar Novy, dikutip dari YouTube TVMU Channel Bandung, Kamis (29/10/2026).

Ia menerangkan bahwa gangguan psikologis dapat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni biologis, psikologis, dan sosial. Faktor biologis berkaitan dengan kerentanan genetik, faktor psikologis mencakup kepribadian dan pengalaman traumatis, sedangkan faktor sosial meliputi kondisi ekonomi, pendidikan, serta hubungan keluarga.

Novy menjelaskan bahwa gangguan psikologis yang berat dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir dan mengambil keputusan. Pada kondisi tertentu, seperti gangguan psikotik, seseorang dapat mengalami gangguan dalam memahami realitas, termasuk halusinasi. Meski demikian, gangguan mental tidak dapat langsung dianggap sebagai penyebab tindakan kekerasan tanpa pemeriksaan profesional.

Kelelahan fisik dan emosional

Selain itu, Novy menyoroti besarnya tekanan yang kerap dihadapi ibu dalam menjalankan tanggung jawab keluarga. Seorang ibu sering dituntut mengurus rumah tangga, mendampingi anak, sekaligus bekerja. Beban yang berlangsung terus-menerus tanpa dukungan memadai dapat menimbulkan kelelahan fisik dan emosional.

Kondisi tersebut dapat semakin berat apabila seorang ibu tidak memiliki kesempatan beristirahat atau ruang untuk menyampaikan perasaannya. Oleh karena itu, Novy menilai dukungan suami dan keluarga sangat penting melalui komunikasi terbuka, pembagian tanggung jawab rumah tangga, serta kesediaan mendengarkan keluhan pasangan.

"Terkadang seorang ibu tidak membutuhkan solusi secara langsung. Ia hanya ingin didengar, dipahami, dan diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya," jelas Novy.

Di samping dukungan keluarga, kemampuan mengenali dan mengelola emosi juga perlu diperhatikan. Novy menjelaskan bahwa perasaan sedih, marah, kecewa, dan lelah merupakan hal yang wajar. Beristirahat, melakukan relaksasi, mengatur pernapasan, serta berbagi cerita dengan orang yang dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.

Lebih lanjut, Novy mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang terdekat. Perubahan suasana hati yang drastis, perilaku tidak biasa, hingga munculnya keinginan menyakiti diri sendiri atau orang lain merupakan tanda yang perlu mendapat perhatian dan penanganan serius.

Ia juga menyoroti pentingnya menghilangkan stigma terhadap gangguan kesehatan mental. Menurutnya, mencari pertolongan kepada psikolog atau psikiater bukanlah sesuatu yang memalukan, melainkan langkah penting untuk memperoleh pendampingan dan mencegah kondisi psikologis semakin memburuk.

"Jangan sampai seseorang merasa malu atau takut mencari bantuan ketika mengalami masalah psikologis. Justru dengan mendapatkan pertolongan lebih awal, kondisi yang lebih serius dapat dicegah," ungkapnya.

Novy menekankan bahwa menjaga kesehatan mental ibu merupakan tanggung jawab bersama. Melalui komunikasi yang sehat, dukungan emosional, kepedulian lingkungan, serta bantuan profesional, persoalan psikologis diharapkan dapat dikenali dan ditangani sejak dini demi menciptakan keluarga yang sehat dan lingkungan pengasuhan yang aman bagi anak.