SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar ajang ilmiah internasional Dental Science Exhibition, Meeting, and Research (D’SEMAR) 2026. Kegiatan bergengsi yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Gedung GKB 3 UNIMUS ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat riset, inovasi, serta kolaborasi di bidang kedokteran gigi.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UNIMUS, M. Yusuf, S.STPi., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV menyampaikan apresiasi mendalam dan menegaskan pentingnya penyelenggaraan forum ilmiah berskala internasional ini bagi kemajuan institusi.
"Penyelenggaraan D’SEMAR 2026 diharapkan dapat memberikan dorongan kuat bagi FKG UNIMUS dalam mengakselerasi pencapaian akreditasi Unggul, sekaligus mempercepat langkah strategis membuka Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis di masa mendatang," ujar M. Yusuf.
Mengusung tema "New Emerging Outlook in Dentistry Science", D’SEMAR 2026 dirancang untuk merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi yang kian pesat. Ketua Panitia D’SEMAR 2026, drg. Dimar Pangestika Sari, Sp.Ort, menjelaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga momentum untuk memperluas jejaring profesional dan pelayanan masyarakat.
"Tema ini merefleksikan komitmen kami untuk menghadirkan forum ilmiah yang mampu memperluas wawasan, mendorong inovasi, serta memperkuat kolaborasi global. Rangkaian kegiatan D’SEMAR meliputi International Symposium, Workshop, Seminar, Dental Science Exhibition, kompetisi ilmiah, hingga Bakti Sosial," tutur drg. Dimar.
Sementara itu, Dekan FKG UNIMUS, Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp.KGA, menekankan pentingnya prinsip lifelong learning (pembelajaran sepanjang hayat) bagi para praktisi dan akademisi kesehatan gigi.
"Perkembangan keilmuan dan teknologi dalam bidang ilmu kedokteran gigi menuntut seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi. Oleh karena itu, D’SEMAR 2026 menghadirkan pakar-pakar kenamaan dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand guna menyajikan wawasan berbasis bukti ilmiah (evidence-based dentistry) yang sangat relevan dengan praktik klinis modern," jelas Dr. Risyandi.
Melalui sinergi antarilmuwan dan praktisi mancanegara ini, FKG UNIMUS berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan ruang diskusi ini secara optimal untuk memperkuat kolaborasi riset, pengembangan pendidikan, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat luas. (ENH)

