Dakwah Al-Qur’an Bergema di PRM Pengalusan

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

856
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Al-Fatihah merupakan satu dari sekian surah dalam Al-Qur’an yang sangat penting dipelajari. Baik dari segi bacaan yang sesuai melalui kajian Tahsinul Qur'an, menghafalkannya dengan baik, mempelajari kandungan makna melalui tafsir dan tadabbur, berusaha mengamalkan hidayah yang diperoleh setelah mempelajarinya, maupun mengajarkannya kepada orang lain dengan tulus ikhlas.

Kesadaran itu mendorong dakwah Al-Qur’an kembali bergema mengisi ruang-ruang sanubari kaum dewasa. Beberapa jamaah Musholla At-Taqwa Desa Pengalusan membentuk halaqah kecil untuk mengasah kemampuan baca Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid di bawah bimbingan Ustadz Afrizal, SIKom.

Metode yang dipakai merupakan kombinasi antara metode Tartili dan Ummi, serta keterangan lain yang diperoleh dari berbagai sumber. Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membaca QS. Al-Fatihah dikupas tuntas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Agar menjaga hati tidak cepat jenuh, kajian hanya dilakukan setiap Ahad malam mulai ba'da Maghrib hingga menjelang Adzan Isya. Meski waktu yang digunakan cukup singkat, namun jamaah mendapat materi dan pelajaran yang padat dan penuh manfaat. 

Pasalnya, disamping fokus perbaikan bacaan QS Al-Fatihah dan murajaah bacaan surah di juz 30, juga disampaikan nasehat-nasehat berharga merujuk pada Kitab Adabul Mufrad karya Imam Al-Bukhari. 

Peserta yang mengikuti cukup antusias, meski jumlahnya tidak lebih dari 15 peserta. Memang demikian yang diharapkan oleh pengajar.

"Jumlah 15 sebenarnya sudah masuk kategori kelas besar. Justru kami merasa lebih nampak perkembangannya dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak," ungkap Ustadz Afrizal usai halaqah di serambi Musholla, Ahad (5/10).

Ia juga berharap agar mereka yang hadir secara istikomah, kelak dapat menularkan ilmunya kepada orang lain, minimal kepada anggota keluarga di rumah. 

Teknik-teknik sederhana seperti memencet hidung untuk mengukur ketepatan huruf mad, menjadikan suasana terasa lebih hidup. Hal itu juga menunjukkan bahwa belajar Tahsin adalah sesuatu yang menyenangkan. (DF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMTENG, Suara Muhammadiyah - SMK Negeri 1 Talangpadang Kabupaten Tanggamus dan BLKK M Darwis Muhamm....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Tiga guru SD Muhammadiyah 1 Solo (SDMuh1) Jawa Tengah dinyatakan lo....

Suara Muhammadiyah

30 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Selaras dengan arah pembangunan nasional, Baznas melalui visi zakat na....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar siap meluncurkan Penerima....

Suara Muhammadiyah

24 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Patriotisme dimaknai sebagai pantulan cinta kepada bangsa dan ta....

Suara Muhammadiyah

28 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah