Dakwah Al-Qur’an Bergema di PRM Pengalusan

Publish

8 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
505
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Al-Fatihah merupakan satu dari sekian surah dalam Al-Qur’an yang sangat penting dipelajari. Baik dari segi bacaan yang sesuai melalui kajian Tahsinul Qur'an, menghafalkannya dengan baik, mempelajari kandungan makna melalui tafsir dan tadabbur, berusaha mengamalkan hidayah yang diperoleh setelah mempelajarinya, maupun mengajarkannya kepada orang lain dengan tulus ikhlas.

Kesadaran itu mendorong dakwah Al-Qur’an kembali bergema mengisi ruang-ruang sanubari kaum dewasa. Beberapa jamaah Musholla At-Taqwa Desa Pengalusan membentuk halaqah kecil untuk mengasah kemampuan baca Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid di bawah bimbingan Ustadz Afrizal, SIKom.

Metode yang dipakai merupakan kombinasi antara metode Tartili dan Ummi, serta keterangan lain yang diperoleh dari berbagai sumber. Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membaca QS. Al-Fatihah dikupas tuntas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Agar menjaga hati tidak cepat jenuh, kajian hanya dilakukan setiap Ahad malam mulai ba'da Maghrib hingga menjelang Adzan Isya. Meski waktu yang digunakan cukup singkat, namun jamaah mendapat materi dan pelajaran yang padat dan penuh manfaat. 

Pasalnya, disamping fokus perbaikan bacaan QS Al-Fatihah dan murajaah bacaan surah di juz 30, juga disampaikan nasehat-nasehat berharga merujuk pada Kitab Adabul Mufrad karya Imam Al-Bukhari. 

Peserta yang mengikuti cukup antusias, meski jumlahnya tidak lebih dari 15 peserta. Memang demikian yang diharapkan oleh pengajar.

"Jumlah 15 sebenarnya sudah masuk kategori kelas besar. Justru kami merasa lebih nampak perkembangannya dengan jumlah peserta yang tidak terlalu banyak," ungkap Ustadz Afrizal usai halaqah di serambi Musholla, Ahad (5/10).

Ia juga berharap agar mereka yang hadir secara istikomah, kelak dapat menularkan ilmunya kepada orang lain, minimal kepada anggota keluarga di rumah. 

Teknik-teknik sederhana seperti memencet hidung untuk mengukur ketepatan huruf mad, menjadikan suasana terasa lebih hidup. Hal itu juga menunjukkan bahwa belajar Tahsin adalah sesuatu yang menyenangkan. (DF)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Diskusi Publik Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muh....

Suara Muhammadiyah

16 November 2025

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Semarak bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Muh....

Suara Muhammadiyah

1 March 2026

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menjadi tuan rumah pengajian Ramad....

Suara Muhammadiyah

24 March 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Klinik Pratama Rawat Inap PKU Muhammadiyah Sampang Cilacap menyelengga....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Sabtu pagi (17/1/2026) menjadi momen yang berbeda bagi Anggo....

Suara Muhammadiyah

17 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah