Muhammadiyah Harus Menjadi Gerakan Dakwah Global yang Membawa Rahmatan lil ‘Alamin

Publish

16 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
398
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Diskusi Publik Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertajuk “Islam Berkemajuan di Amerika: Tantangan, Strategi dan Inspirasi” menghadirkan ulama diaspora Indonesia, Ustaz M Shamsi Ali, Lc., MA., PhD.

Acara berlangsung hangat dan penuh inspirasi, dipandu oleh Dr lmron Baehaqi, Lc., MA., dan dibuka oleh sambutan Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin, MAg. 

Arifin memperkenalkan kembali mandat besar LDK Muhammadiyah sebagai pelaksana dakwah komunitas lintas lapisan: mulai komunitas akar rumput, pekerja urban, komunitas profesional, hingga komunitas strategis di tingkat atas. Selain itu, LDK juga berkhidmat di daerah-daerah terpencil, termasuk wilayah 3T dan komunitas adat terpencil seperti suku-suku terasing.

“Dakwah komunitas adalah karakter LDK Muhammadiyah. Kita hadir di mana umat membutuhkan pencerahan—di kota, di desa, di pasar, di kampus, di komunitas pekerja, hingga di kampung-kampung mualaf Baduy, pedalaman Kalimantan, dan wilayah 3T lainnya. Dakwah kita harus membumi, menyapa, dan memberi manfaat,” ungkapnya.

Ia berharap diskusi ini membuka wawasan baru tentang bagaimana dakwah Muhammadiyah dapat terus beradaptasi dalam konteks global.

Dalam paparan utamanya, Ustaz Shamsi Ali mengawali dengan refleksi QS Ali Imran ayat 110: “Kuntum khaira ummatin…” — kalian adalah umat terbaik. Menurutnya, predikat itu bukan klaim keistimewaan, melainkan amanah yang mengharuskan umat Islam membawa hidayah dalam tindakan nyata. 

“Umat terpilih adalah umat yang mendapatkan hidayah. Dan hidayah itu harus tercermin dalam kontribusi,” tegasnya Sabtu (15/11) secara daring.

Beliau menceritakan kembali dialognya dengan seorang penganut Yahudi yang menanyakan makna “umat terpilih”. Pertanyaan itu mengarah pada kesadaran bahwa menjadi umat terbaik bukan tentang merasa lebih unggul, tetapi semakin rendah hati dalam pelayanan kepada sesama.

Ustaz Shamsi Ali juga berbagi kisah saat calon wali kota New York datang meminta doa. Beliau membacakan Surat Thaha yang menceritakan perjuangan Nabi Musa menghadapi Fir’aun—sebuah pesan keberanian, strategi, dan keimanan. “Dengan izin Allah, ia akhirnya terpilih sebagai wali kota,” kisahnya.

Menurutnya, memahami konteks ayat-ayat Al-Qur’an dalam ruang sosial dan politik sangat penting. Dakwah tidak boleh berhenti di langit sebagai teori keindahan, tetapi harus turun ke bumi menjadi gerakan perubahan.

Ia juga menyoroti terpilihnya Zohran Kwame Mamdani dalam kontestasi politik di lingkungan mayoritas non-Muslim. “Ini bukti bahwa Allah mengendalikan hati manusia. Apa pun yang terjadi di bumi ini berada dalam genggaman-Nya,” ungkapnya. Kejadian itu sekaligus menunjukkan bagaimana politik dapat menjadi ruang persatuan lintas agama ketika nilai kebaikan dijunjung bersama.

Menutup materinya, Ustaz Shamsi Ali mengingatkan bahwa dakwah tidak akan kuat tanpa tiga kekuatan utama yaitu hati — iman, akal — pemikiran jernih, dan aksi — akhlak nyata dalam kehidupan.

“Ketika tiga kekuatan ini bersatu, dakwah menjadi energi perubahan yang dahsyat.”

Beliau juga menyampaikan doa dan harapannya: “Mudah-mudahan Muhammadiyah menjadi gerakan dakwah global yang membawa rahmatan lil ‘alamin.”

Diskusi publik ini memberi gambaran bahwa dakwah harus lentur, strategis, dan mampu menyentuh komunitas apa pun—dari perkampungan mualaf Baduy hingga kota global seperti New York. Sebuah pelajaran bahwa keindahan Al-Qur’an harus dibawa ke bumi, menjadi jalan perubahan, dan terus dihidupkan dalam gerakan dakwah komunitas Muhammadiyah. (Rif)


Komentar

Sunoto

Alhamdulillah semalam bisa ikut dalam diskusi ini. Muhammadiyah memang keren, Kadernya bisa me jadi Imam di Amerika. Imam Shamsi Ali juga sebagai tim Kampanyenya atas kemenangan Zohran menjadi Walkot New York

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Solidaritas yang Terus Terjaga: Setahun Agresi Israel terhadap Palestina Oleh: Teguh Pamungkas, War....

Suara Muhammadiyah

15 October 2024

Berita

PAREPARE, Suara Muhammadiyah - Kontribusi Muhammadiyah untuk negeri tidak lagi diragukan. Seperti it....

Suara Muhammadiyah

15 October 2023

Berita

BATANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Tersono, Kabupaten Batang, Ja....

Suara Muhammadiyah

24 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) Pimpinan Wilayah Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Berita

Kuliah Umum Perdana Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) den....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025