YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang kuliner tidak hanya membutuhkan keterampilan dalam mengolah produk, tetapi juga pemahaman mengenai keamanan pangan, pengemasan, serta pengelolaan biaya produksi. Hal tersebut menjadi perhatian tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan keripik pisang dan stik bawang bagi pelaku UMKM di bawah binaan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sewon Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 tersebut bertempat di Laboratorium Baking Program Studi Bisnis Jasa Makanan, Kampus 2 UAD. Kegiatan ini melibatkan tim dosen UAD yang terdiri atas Dr. Wardiyanta, M.Hum. selaku ketua tim, Palupi Melati Pangastuti, S.T.P., M.Sc., dan Dr. Ifada Rahmayanti, S.E., M.M., CHt., serta mahasiswa Farah, Wahyu, Hanin, dan Yustisia.
Pelatihan dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan pelaku UMKM kuliner di bawah binaan PCM Sewon Utara. Berdasarkan data Pemerintah Daerah Bantul, terdapat lebih dari 96.000 UMKM di wilayah Bantul, dengan proporsi terbesar bergerak di bidang usaha kuliner. Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Namun, peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga memenuhi aspek produksi dan pengelolaan usaha, tutur Johan Al Aidrus PCM Sewon Utara.
Salah satu kebutuhan yang diidentifikasi adalah pengetahuan mengenai proses produksi pangan yang sesuai dengan prinsip higiene. Selain itu, pelaku UMKM juga membutuhkan kemampuan dalam menentukan harga pokok produksi (HPP) dan menetapkan harga jual produk secara tepat. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk sekaligus memastikan keberlanjutan usaha.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan praktik pembuatan keripik pisang dan stik bawang. Palupi dosen yang mengajar Teknologi Pengolahan Pangan menyampaikan “Kedua produk tersebut dipilih karena melihat potensi pisang yang melimpah dan stik bawang sebagai camilan yang digemari masyarakat.”
Peserta diajarkan mulai dari pemilihan bahan baku, pre-treatmen, proses pengolahan yang tepat, hingga proses pengemasan. Pengemasan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan produk kuliner karena berfungsi melindungi produk sekaligus meningkatkan daya tariknya di mata konsumen. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk dan mendukung pemasaran.
Pengenalan dan praktik penggunaan alat pengemas vakum mulai yang sederhana hingga chamber vacuum machine didampingi oleh Harwi Wijayanti laboran BISMA. Peserta terlibat langsung melakukan prosesnya dengan demikian keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat langsung dipraktikkan setelah pelatihan.
Selain pengolahan pangan dan pengemasan produk aspek pengelolaan biaya juga menjadi bagian dari pelatihan. Ifada Rahmayanti menyampaikan materi dan praktik menghitung HPP (Harga Pokok Produksi) serta menentukan harga jual produk. Melalui materi tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu menghitung biaya produksi secara lebih sistematis dan menetapkan harga jual yang mempertimbangkan biaya produksi serta keuntungan yang diharapkan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pelaku UMKM binaan PCM Sewon Utara dalam menghasilkan produk pangan yang berkualitas, higienis, dan memiliki nilai jual. Selain meningkatkan kemampuan teknis pengolahan dan pengemasan, pelatihan juga menjadi langkah untuk memperkuat kemampuan pengelolaan usaha sehingga produk keripik pisang dan stik bawang dapat dikembangkan sebagai produk kuliner yang lebih kompetitif.

