DAP Kader Tingkat VI Madrasah Mu’allimin, Ruang Peneguhan Kader di Era Disrupsi

Suara Muhammadiyah

2 May 2026

349
Pembukaan Darul Arqam Purna Kader Tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun ajaran 2025-2026. Foto: Cris

Pembukaan Darul Arqam Purna Kader Tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun ajaran 2025-2026. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Darul Arqam Purna Kader Tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta menjadi simpul dari matarantai perkaderan yang diejawantahkan selama mengenyam pendidikan di madrasah tersebut.

Demikian dikemukakan Mhd Lailan Arqam, Sabtu (2/5) di Kampus Induk Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta saat pembukaan DAP tahun ajaran 2025-2026, yang dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto.

“Madrasah ini tentu bukan sekadar sekolah atau madrasah layaknya umumnya hanya berpikir akademik semata, tapi kita punya beban yang sama, punya tuntutan dan tantangan sekaligus peluang menjadi kader di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya.

Dengan adanya DAP, menjadi sangat substansial. Sehingga mesti ada penghayatan selama mengikuti acara yang berlangsung sampai Selasa (5/5) mendatang di Gelanggang Pemuda Youth Center Yogyakarta.

“Berhenti sejenak berpikir hal-hal yang lain. Fokus pada kegiatan rangkaian DAP,” tekannya, yang menggarisbawahi tema DAP tahun ini yaitu “Meneguhkan Islam Berkemajuan: Peran Generasi Muda dalam Merawat Keberagamaan, Kebangsaan, dan Keumatan di Era Disrupsi.”

“DA ini penting. Dan ikuti dengan saksama dengan totalitas,” ujarnya, seraya mengingatkan, dinamika kehidupan kini dan ke depan niscaya dihadapkan dinamika yang superkompleks.

“Banyak dinamika yang menuntun kamu untuk tetap mengibarkan panji-panji tajdid, gerakan dakwah dengan caramu dan dengan petunjuk yang sudah dituntunkan kepada kita,” beber Lailan, yang juga Wakil Sekretaris II Majelis Tabligh PP Muhammadiyah.

DAP tahun ini diikuti sebanyak 268 siswa kelas VI dan dari pelbagai daerah di tanah air. Selama DAP, para siswa akan mendapat materi berupa perkaderan juga hal-hal fundamental lainnya yang sangat dibutuhkan bagi mereka untuk berdiaspora di masa depan.

“Kamu akan dilesatkan menjadi berdiaspora dan menjadi apa pun, tapi tetap akhirnya kembali ke Muhammadiyah,” tutur Lailan.

Maknanya apa? Sebutnya, yakni kembali kepada Kepribadian Muhammadiyah. “Jadi apa pun kamu, di mana pun kamu berada, kamu harus ingat, bahwa kamu itu dilatih menjadi pemimpin-pemimpin bagi masyarakat. Karena masyarakat itu merupakan tanggung jawabmu,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Himpunan mahasiswa prodi Farmasi (Himprofar) UM Bandung kembali ....

Suara Muhammadiyah

1 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah Suronatan (SD Muhsurya) Yogyakarta kembali me....

Suara Muhammadiyah

22 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Salah satu Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogya....

Suara Muhammadiyah

21 November 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menerima kunjungan silatu....

Suara Muhammadiyah

31 December 2025

Berita

TULANG BAWANG, Suara Muhammadiyah — Universitas Megoe Pak Menggala yang sempat berhenti berope....

Suara Muhammadiyah

24 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah