Dari Kampus ke Kampung: Pengabdian Ilmu dari Unismuh untuk Negeri

Publish

10 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
862
Foto istimewa

Foto istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Kamis Pagi, 10 Juli 2025, Balai Sidang Muktamar, kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai dipenuhi suara canda dan sapa. Ratusan dosen dan mahasiswa dari sekitar 70 kampus dari Sulsel, Sulbar dan Sultra hadir dengan penuh semangat.

Namun suasana segera berubah menjadi penuh khidmat ketika Prof Andi Sukri Samsuri, Wakil Rektor I Unismuh, mengawali acara dengan pantun:

"Ke pasar minggu beli beras, tak lupa membeli minyak. Yang jawab salam saya keras-keras, mudah-mudahan duitnya banyak."
Gema tawa memenuhi ruangan, disusul ucapan salam yang kompak. Suasana pun cair.

Acara yang diselenggarakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Proposal Program Pengabdian kepada Masyarakat, sekaligus sosialisasi program pemberdayaan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dua agenda penting yang menandai upaya serius Kementerian Pendidikan, Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong transformasi pengetahuan dari ruang kuliah ke ruang-ruang kehidupan nyata masyarakat.

Unismuh dan Jejak Unggulnya

Prof Andis, sapaan akrab Warek I Unismuh, dengan bangga memperkenalkan Unismuh Makassar yang yelah terakreditasi institusi Unggul, dan 54 persen dari 57 prodi, yang telah terakreditasi Unggul dan A.

Andis juga mengapresiasi tagline 'diktisaintek berdampak' yang telah diluncurkan Kemendiktisaintek. "Kita berharap dosen dan mahasiswa bisa menjadi penggerak perubahan sosial. Khusus ananda pengurus BEM, siapkan diri menjadi pemimpin 10 - 20 tahun yang akan datang," ujarnya.

Dr Andi Lukman, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, memuji gelaran ini sebagai bentuk nyata perhatian kementerian terhadap kualitas tridarma perguruan tinggi. “Kalau tahun ini tanpa Bimtek saja capaian hibah kita meningkat 55%, saya tak sabar melihat dampaknya setelah Bimtek ini,” ujarnya penuh optimisme.

Ia menyebutkan, dari data yang dimilikinya, jumlah hibah penelitian dan pengabdian di wilayah luar Jawa, khususnya Sulawesi Selatan, mengalami lonjakan tajam. Bahkan, LLDIKTI Wilayah IX kini mencatatkan diri sebagai salah satu wilayah dengan capaian hibah terbanyak, hanya kalah dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Kita sedang panen guru besar dan lektor kepala. Itu semua dampak dari seriusnya dosen dalam meneliti dan mengabdi,” tegasnya.

Kampus Tak Lagi Menara Gading

Puncak perhatian hadir saat Luthfi Ilham Ramdhani, Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek menyampaikan arah baru program pengabdian.

“Tahun ini, usulan program pengabdian meningkat dari 8.600 ke 9.800. Ini bukti bahwa dosen-dosen kita tidak lagi sekadar meneliti, tapi juga membawa inovasinya langsung ke masyarakat,” ungkapnya.

Bukan hanya dosen yang diajak bergerak. Mahasiswa—melalui BEM—juga diajak menjadi penggerak transformasi sosial. “Mahasiswa harus tidak hanya kritis, tapi juga solutif. Itulah mengapa kami luncurkan program pemberdayaan oleh BEM,” lanjut Lutfi.

Program tersebut dijadwalkan dibuka dalam minggu ini. Targetnya jelas, mendorong mahasiswa dan dosen bergandengan tangan mengubah wajah kampung-kampung dengan gagasan, teknologi, dan inovasi sosial. Ada dua skema utama: kewilayahan dan kewirausahaan. Keduanya diharapkan menjangkau tidak hanya kota, tetapi juga pelosok dan daerah tertinggal.

Pemilihan Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Lutfi menyebut kota ini sebagai “pintu timur Indonesia” dengan potensi sosial, ekonomi, dan budaya yang kuat untuk digerakkan melalui program pengabdian. “Unismuh dan Makassar adalah representasi Indonesia Timur yang progresif,” katanya.

Bimtek ini bukan sekadar pelatihan proposal. Ia adalah upaya mempertemukan mimpi akademik dengan denyut nadi masyarakat. Ketika dosen dan mahasiswa mulai menulis, mereka tak hanya menyusun proposal, tapi menyulam harapan: bahwa dari kampus, perubahan bisa menjalar ke kampung-kampung, satu demi satu.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Pesan Islam Mendorong Umat untuk Memahami, Bukan Menghafal PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Di era k....

Suara Muhammadiyah

6 June 2026

Berita

Jadi Tuan Rumah Rakorwil MPKSDI, Dikdasmen-PNF, dan LPPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat B....

Suara Muhammadiyah

22 June 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Guna membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan ka....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Ban....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah — Pemerintah terus memperkuat layanan pendidikan anak usia dini mela....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah