Degradasi Akhlak Kian Menggurita, Penting Hiasi Diri dengan Akhlak Mulia

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

520
dr H Agus Taufiqurrohman, SpS., MKes. Foto: Nadri

dr H Agus Taufiqurrohman, SpS., MKes. Foto: Nadri

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Posisi iman dan akhlak saling berjalin-berkelindan, dan hal itu tidak bisa dipisahkan.

Demikian Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman mengemukakan dalam Kajian Tarawih di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Ahad (15/3).

Terkait hal itu, implikasinya kuat sekali dengan penegasan Nabi. “Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmidzi).

Demikian riwayat lain menguatkan serupa, “mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR Abu Dawud).

Penekanan itu, berakar tunjang dari pengambilan sampel narasumber di salah satu televisi nasional yang menampilkan perilaku kurang baik dan tidak laik dipertontonkan di hadapan publik.

“Seharusnya dijaga oleh anak bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang mengedepankan budi luhur,” tegas Agus.

Agus mengkhawatirkan, bilamana perilaku buruk terus bermunculan di ruang publik, yang dipermasalahkan kemudian, menjadi bagian yang justru di copy-paste oleh anak-anak hari ini.

“Bahkan yang repot kemudian menjadi cerminan apakah memang bangsa ini sudah kehilangan budi luhurnya? Tanya Agus.

Di sinilah pentingnya menjaga diri agar tidak sampai kebablasan berbuat di luar garis orbit kefitrahan seorang manusia.

Jelaslah sepantasnyalah manusia perlu mengikat diri dengan perilaku hayyin, layyin, qaribin, dan sahl (HR Imam Ahmad).

Pertama, hayyin. Yakni pantulan dari perilaku yang tenang, rendah hati, dan tidak mudah marah. “Menghadapi orang dengan memuliakannya,” ujar Agus.

Kedua, layyin, adalah orang yang berperilaku lembut dalam berbicara maupun perbuatan. “Sehingga perilaku layyin akan mengantarkan orang itu berkata-kata yang menyejukkan,” jelasnya.

Ketiga, qaribin. Dalam praktiknya, menampilkan perilaku yang akrab. “Bukan merendahkan orang lain,” tegas Agus.

Artinya, dalam kesehariannya itu, dekat dengan siapa pun, sehingga kehadirannya dapat memberikan rasa ketenangan dan kedamaian.

Keempat, sahl. Merupakan cerminan orang yang memudahkan urusan orang lain. “Orang yang berusaha agar urusan orang lain itu dipermudah,” jelasnya.

Termasuk juga, suka menolong tanpa diskriminatif. "Empat hal ini semoga menjadi hiasan akhlak kita,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Kota Depok menggelar Pengajian Hari Bermuhammadiyah sekalig....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) m....

Suara Muhammadiyah

27 January 2024

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah – Mengawali tahun ajaran baru 2024-2025, Ponpes Darul Ihsan Muhamma....

Suara Muhammadiyah

30 July 2024

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar Studium Generale p....

Suara Muhammadiyah

8 October 2024

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali menggelar wisuda peri....

Suara Muhammadiyah

2 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah