JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tidak ada yang pernah menyangka, Suara Muhammadiyah yang dulunya hanya sekadar media, kini tumbuh menjadi perusahaan korporasi yang sangat gigantik.
Bak bagai ulat menjadi kupu-kupu. Demikianlah cakupan representasi Suara Muhammadiyah di bawah kepemimpinan Deni Asy'ari. Kini, Suara Muhammadiyah telah dikenal oleh kalangan warga Persyarikatan, tapi lintas penjuru nasional, dan bahkan internasional.
Bunga rampai penghargaan diraihnya. Teranyar, Deni meraih The 50 Most Innovative CEO Awards 2026 dari The Iconomics. Kata Founder & CEO The Iconomics Bramantyo Suryo Putro, penghargaan tersebut diberikan kepada CEO yang punya inovasi.
"Jadi, penghargaan ini merupakan penghargaan dari The Iconomics untuk CEO yang punya inovasi," ujarnya.
Bagi Bram, Deni dinilai masuk kategorisasi tersebut. Inovasi yang dilakukan Deni, lanjutnya, sangat baik dan berdampak positif bagi perkembangan perusahaan.
"Ternyata perusahaan ini inovasinya menarik dan bagus sekali," bebernya.
Dengan demikian, sematan penghargaan tersebut menjadi sangat laik diberikan. Dan sudah diterima Deni, Kamis (15/10) di Auditorium Margono Djojohadikoesoemo Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Kuningan, Karet Kuningan, Setiabudi, Kota Jakarta Selatan.
Menariknya, Deni meraih penghargaan bertengger dengan perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia. Perusahaan tidak kaleng-kaleng, sudah mentereng.
Di antaranya PT Pegadaian, PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT CIMB Niaga Auto Finance, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR. D.I.Y. Indonesia).
Berikutnya ada, PT Asuransi Ciputra Indonesia, PT Jakarta Propertindo (Perseroda), PT Perta Life Insurance, PT Prudential Life Assurance, PT Asuransi Umum BCA (BCAinsurance), PT Pertamina Trans Kontinental, PT DARYA-VARIA LABORATORIA Tbk, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Selanjutnya, PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia, PT Bank KB Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Prodia Widyahusada Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Bank Nagari Pertamina Foundation, PT Kereta Commuter Indonesia.
Dan, PT Jasa Armada Indonesia Tbk, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory), PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life), PT Wijaya Karya Beton Tbk, PT Bank INA Perdana Tbk, PT PBM Sarana Bandar Nasional (Pelni Logistics).
"Ini adalah jangka waktu yang cukup panjang yang terjadi jatuh bangun yang kami sering menyebutnya bahwa awarding itu pada hakikatnya adalah akumulasi kegagalan yang kita raih selama ini," tandas Deni, yang juga Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (Cris)

