Deni Asy'ari Sebut Pacitan Miliki Potensi Tinggi Mengembangkan Bisnis Ekonomi

Suara Muhammadiyah

29 July 2025

1098
Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo

Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo

PACITAN, Suara Muhammadiyah – Kabupaten Pacitan, Jawa Timur tengah menjadi bidikan Deni Asy’ari, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah dalam mengembangkan bisnis perekonomian dan pariwisata. Menurutnya, wilayah ini memiliki warisan dan tradisi yang sangat kaya raya, lebih-lebih menyangkut kebudayaannya.

“Pacitan itu punya ikon yang sangat heritage, kulturnya yang betul-betul origin, belum banyak bercampur dengan nilai-nilai dan aktivitas-aktivitas jauh melampaui modernitas. Dan ini sebuah potensi dari sekian daerah, yang menjaga kuat nilai dengan kekuatan heritage dengan kekayaan alam,” tuturnya dalam Podcast Special Talk: Sinergi Membangun Pacitan dalam Semangat Berkemajuan, Selasa (29/7) di Radio Suara Pacitan.

Selain kekayaan warisan dan tradisinya, Pacitan dalam tesmak Deni, memiliki potensi alam yang eksotis. Dan ini, menjadi kans untuk mengembangkan bisnis pariwisata sebagai reaktualisasi dari keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan, di mana merekomendasikan agar gerakan ekonomi sebagai program prioritas.

“Gerakan ekonomi ini variannya banyak, salah satunya tentunya adalah wisata yang kita kembangkan. Apa yang sudah dilakukan ini sudah berproses di Yogyakarta, yang kita akan kembangkan dibeberapa daerah, sesuai dengan peta area yang menjadi target Muhammadiyah mengembangkan wisata. Terutama sekali memang kita sekarang ini memasuki kawasan pantai,” ujarnya.

Kawasan pantai memang dinilai sangat strategis dalam pengembangan bisnis ekonomi dan pariwisata. “Orang ingin kembali ke alam,” sebutnya. Dan ini, yang tengah dieksekusi oleh SM, pelan tapi pasti. “Ketika kami mencoba membuka model dakwah wisata di Bantul, Kebumen, ternyata responsnya bagus,” terangnya. Termasuk yang ada di wilayah Kabupaten Pacitan ini.

“Pacitan ini ternyata sangat luar biasa dari apa yang sudah kami lakukan sebelumnya. Pacitan ini sangat origin dan sangat menarik saya lihat. Tujuan kami bagaimana bisa mewarnai dalam aspek pengembangan wisata,” bebernya.

Pengembangan wisata ini bernapaskan literasi. “Wisata yang akan kami kembangkan ke depan itu memberikan inspirasi baru, baik dalam aspek wawasan, lingkungan, ekosistem bisnis, sumber daya manusia, dan lain-lain sebagainya,” jelasnya.

Termasuk pengembangan Kemadjoean Resto, bisnis ekonomi di sektor kuliner. Yang di dalamnya terdapat pusat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah. “Kalau di Kemadjoean Resto yang kita kelola di Pancer ini, hampir 35% produk-produk UMKM,” bebernya.

Spirit utama dari pengembangan wisata ini berfondasikan pada kolaborasi. Dan ini menjadi sesuatu hal yang niscaya dan amat penting dalam menjalankan bisnis ekonomi.

“Kita tidak mungkin di era disrupsi untuk bermain monopoli dalam pengembangan potensi-potensi daerah. Daerah sendiri juga kewalahan. Kuncinya harus networking,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah – Tapak Suci Putera Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Dalam dunia yang semakin kompleks, pemahaman terhadap perbedaan agama....

Suara Muhammadiyah

14 October 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar resmi menerbitkan buku &l....

Suara Muhammadiyah

29 October 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menerima be....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Khalila Nafisah Rafsanjani Lubis, siswa kelas 4 SD Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah