Didik Suhardi Singgung Daya Saing Anak Indonesia Masih Rendah

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

1451
H Didik Suhardi, PhD. Foto: Cris

H Didik Suhardi, PhD. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen- PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Didik Suhardi mengatakan, daya saing anak Indonesia berdasarkan skor Programme for International Student Assessment (PISA) sangat rendah.

Hal ini disampaikan Didik saat menjadi keynote speech Seminar Pendidikan Forum Guru Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (10/6) di Grha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

"Nilai PISA kita sangat turun, anjlok. Daya nalar anak-anak kita, 99% itu bernalar rendah. Kurang dari 1% baru bernalar tinggi. Ini yang menjadi persoalan kita, kenapa daya saing kita tidak naik-naik," bebernya.

Bahkan, golongan kelas menengah masyarakat makin menurun. Sebelumnya berada di angka 24%, tetapi kini menjadi 17%.

"Artinya golongan menengah ke atas makin sedikit. Padahal syarat untuk menjadi negara maju, salah satunya memperbanyak kelas menengah paling tidak 40% dinaikkan," jelasnya.

Selain itu, Didik juga menekankan perlunya memperbaiki kualitas ekonomi. Paling tidak pertumbuhan ekonomi mesti berada di angka 7%. Juga tingkat pendapatan perkapita penduduk relatif tinggi.

"Minimal 15.000 USD (kira-kira 225.000.000 warga per tahun). Jadi tidak ada lagi guru di Indonesia yang gajinya 1.000.000, minimal 17.000.000. Itu cita-cita," jelasnya.

Bercermin dari indikator di atas dengan menjembatani realitas daya nalar anak Indonesia yang masih rendah, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI ini, berpandangan cita-cita besar--menjadi negara maju--sulit untuk diwujudkan.

"Ini yang menjadi salah satu program Astacita Pak Presiden bahwa kita harus menaikkan SDM kita dengan mengembangkan Saintek dan pendidikan karakter," tegasnya.

Dalam konteks ini, Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti merancang program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu antara lain bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

"Ini artinya kalau dilakukan berarti anak-anak kita ketika berangkat ke sekolah dalam keadaan yang vit. Dan betul-betul siap untuk belajar. Kesiapan belajarnya jadi tinggi," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan bahwa ....

Suara Muhammadiyah

18 June 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menghad....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momen liburan bag....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta menggel....

Suara Muhammadiyah

15 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah