Digitalisasi KBIHU Muhammadiyah Banyumas

Suara Muhammadiyah

19 October 2026

603
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - KBIHU Muhammadiyah Banyumas mulai menerapkan sistem presensi digital untuk mencatat kehadiran jamaah dalam kegiatan manasik haji. Inovasi ini menjadi langkah modernisasi layanan bimbingan ibadah haji, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan jamaah karena jumlah jamaah yang mengikuti KBIHU Muhammadiyah Banyumas lebih dari 400 orang. Barangkali ini inovasi yang pertama yang diterapkan di Banyumas dalam memanfaatkan teknologi digital sekarang ini.

Menurut Ketua KBIHU Dr.H.Makhful,M.Si, di era yang serba digital saat ini memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang akan lebih bagus karena efisiensi waktu. Efisien dalam hal waktu karena daripada menunggu giliran di tempat presensi padahal materi manasik sudah dimulai. Keuntungan kedua adalah jamaah yang hadir tidak perlu menuliskan tanda tangan, sehingga lebih praktis. Disamping itu jamaah merasa lebih nyaman karena tidak perlu antre panjang untuk tanda tangan manual. bagi pengelola KBIHU dapat menyiapkan laporan kehadiran secara cepat dan rapi, mendukung akuntabilitas organisasi. Dengan penerapan presensi digital, KBIHU Muhammadiyah Banyumas menunjukkan komitmen untuk menghadirkan layanan bimbingan haji yang modern, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan jamaah di era teknologi.

Selain hal tersebut menurut pendamping jamaah yang akan berangkat ke tanah suci Prof.H.Ahmad, PhD menambahkan digitalisasi pelayanan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, dan efisiensi pelayanan kepada jemaah haji. Dalam konteks KBIH Muhammadiyah Kabupaten Banyumas, digitalisasi pelayanan dapat menjadi langkah strategis dalam menyesuaikan sistem administrasi dan bimbingan ibadah haji dengan perkembangan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu mempermudah pengurus dalam mengelola data jemaah, menyampaikan informasi kegiatan, serta memberikan pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan terorganisasi. Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada calon jemaah haji.

Prof.Ahmad menambahkan penerapan digitalisasi pelayanan di KBIH Muhammadiyah Kabupaten Banyumas adalah penggunaan presensi digital berbasis barcode atau QR Code dalam kegiatan bimbingan dan manasik haji. Melalui sistem ini, pengurus dapat menyediakan barcode yang terhubung dengan formulir presensi digital. Setiap jemaah cukup memindai barcode menggunakan telepon pintar atau menscan kartu identitas yang sudah ada barcodenya yang dibuatkan oleh KBIH. Data kehadiran tersebut selanjutnya tersimpan secara otomatis dalam sistem digital sehingga proses pencatatan menjadi lebih praktis dibandingkan dengan presensi manual menggunakan kertas. Penerapan sistem ini dapat membantu mempercepat proses registrasi sekaligus mengurangi penggunaan kertas dalam kegiatan administrasi.

Selain mempermudah jemaah dalam melakukan presensi, penggunaan barcode juga memberikan manfaat bagi pengurus KBIH dalam pengelolaan dan pemantauan kehadiran peserta manasik. Data yang terkumpul dapat direkapitulasi secara sistematis untuk mengetahui jumlah jemaah yang hadir, memantau tingkat partisipasi dalam setiap pertemuan, serta menjadi bahan evaluasi pelaksanaan bimbingan. Dengan adanya pencatatan digital, pengurus dapat menghemat waktu dan tenaga dalam menyusun laporan kehadiran serta meminimalkan risiko kesalahan pencatatan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu didukung oleh pendampingan bagi jemaah yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, terutama jemaah lanjut usia, serta penyediaan alternatif presensi manual apabila terjadi kendala teknis, lanjut Prof. Ahmad.

Dengan demikian, digitalisasi pelayanan melalui presensi berbasis barcode merupakan salah satu bentuk inovasi yang berpotensi mendukung peningkatan mutu pelayanan di KBIH Muhammadiyah Kabupaten Banyumas. Penerapan teknologi ini dapat mendorong terciptanya sistem administrasi yang lebih tertib, transparan, dan efisien, sekaligus membantu pengurus memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan jemaah. Keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, kemudahan penggunaan sistem, dan komitmen untuk melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat dan tetap mengedepankan nilai-nilai pelayanan Islami, KBIH Muhammadiyah Kabupaten Banyumas diharapkan mampu mewujudkan pelayanan bimbingan ibadah haji yang semakin profesional, inklusif, dan berkualitas.

Inovasi ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa wujud komitmen KBIHU Muhammadiyah dalam mengikuti perkembangan teknologi untuk mendukung penyelenggaraan bimbingan ibadah haji yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan jamaah. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mempermudah pencatatan kehadiran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan jamaah calon haji agar dapat mengikuti seluruh rangkaian bimbingan dengan tertib, disiplin, dan optimal. (Eka)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) MTs Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

19 July 2024

Berita

KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan sudah didepan mata kewajiban kita kaum muslim untuk Mela....

Suara Muhammadiyah

16 February 2026

Berita

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan dan kunjunga....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Berita

Empat Kader Muhammadiyah  Oleh: Saidul Amin, Rektor UMRI Terkadang Kader Muhammadiyah itu dap....

Suara Muhammadiyah

25 December 2024

Berita

ENREKANG, Suara Muhammadiyah – Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammad....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah