Dorong Gen Z Jadi Konten Kreator Islami

Suara Muhammadiyah

25 May 2026

250

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto (BEM FAI UMP) berkolaborasi dengan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka UMP dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) UMP sukses menggelar acara puncak lomba video konten kreatif, Ahad 21 Mei 2026.

Bertempat di Ruang L.II.5 Gedung Prof. Baedhowi Fakultas Kedokteran UMP, rangkaian acara dimeriahkan dengan talkshow bertajuk "From Content to Influence: Cara Gen Z Menguasai Media Dengan Nilai Islam."

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi diikuti puluhan mahasiswa UMP dan umum. Puncak acara sekaligus pengumuman juara lomba video konten kreatif menjadi momen yang paling dinanti. Lomba tersebut sebelumnya telah berlangsung secara daring dengan mengirimkan karya video pendek bernafaskan nilai-nilai Islam dan kreativitas Gen Z.

Acara inti talkshow menghadirkan pemateri utama, Yusuf Susanto, yang dikenal sebagai pegiat dakwah digital. Dipandu oleh moderator Queen Sabrina, diskusi berlangsung interaktif dan hangat. Yusuf menekankan bahwa menjadi konten kreator Islami bukanlah sekadar mengejar ketenaran, kecemasan tertinggal informasi (Fear of Missing Out), atau popularitas semata.

"Tujuan utama media sosial sejatinya adalah membuat orang berlama-lama karena konten yang bermanfaat. Konten yang viral harus bisa memimpin narasi kebaikan. Jika generasi pembawa nilai kebenaran diam saja, maka narasi yang batil akan mendominasi ruang digital," tegas Yusuf di hadapan peserta.

Ia mengingatkan bahwa upaya dakwah digital membutuhkan kesungguhan. Yusuf menjelaskan bahwa pihak yang menyebarkan kebatilan pun rela berlelah-lelah dengan dana besar untuk menyesatkan. Karena itu, generasi muda Islam diajak untuk "berlelah-lelah untuk dakwah digital."

"Memang sama-sama sakit, penat, dan pusing. Tapi bedanya, kita mendapatkan rahmat Allah, sementara mereka tidak. Dakwah digital seperti menanam bibit di tanah luas. Kita tidak pernah tahu postingan mana yang kelak menjadi hidayah bagi seseorang," imbuhnya.

Dalam pemaparannya, Yusuf Susanto membeberkan langkah strategis yang wajib dikuasai Gen Z. Pertama, pahami algoritma: konten baru akan diuji kepada segelintir pengikut. Jika responsnya positif—ditonton lama, disukai, dikomentari, dibagikan, atau disimpan—barulah algoritma menyebarkannya lebih luas ke laman For You atau Explore.

Kedua, tentukan posisi akun (positioning). Konten kreator perlu memutuskan topik apa yang akan dibahas, target audiens siapa (remaja, profesional, ibu rumah tangga), serta gaya konten seperti apa yang menarik mereka. Ketiga, setiap konten harus memiliki nilai (value): relevan, bermanfaat, menyentuh emosi, ringkas dan jelas, serta interaktif.

"Jangan sekadar ikut tren. Berikan solusi yang benar-benar bisa diterapkan audiens," pesan Yusuf.

Yusuf juga menjelaskan kunci menjadi influencer Islami tanpa kehilangan nilai agama, yaitu dengan mengubah paradigma pembuatan konten. Mulai dari ide, pembuka yang kuat (hook), hingga naskah yang mengajak, bukan menggurui. Gunakan bahasa santai yang dekat dengan keseharian Gen Z. Sampaikan dakwah lewat cerita, pengalaman, dan proses belajar, karena audiens lebih menyukai konten yang terasa tulus daripada terkesan menghakimi.

Ia merekomendasikan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dalam bentuk bercerita (storytelling) atau pengisi suara (voice over). "Upload satu konten setiap hari, lalu evaluasi insight untuk menemukan konten pemenangmu (winning content). Segera eksekusi, karena dari konten yang konsisten dan bernilai, seorang kreator bertransformasi menjadi pengaruh yang membawa kebaikan," tandasnya.

Pengumuman Juara Lomba Video Konten Kreatif

Di akhir acara, dewan juri mengumumkan Muchammad agung setyo widodoWidodo sebagai juara pertama, disusul Safina Yasmin Elfausta sebagai juara kedua, dan Amar Hamzah Al-Ma'sum sebagai juara ketiga. Ketiga pemenang menerima piagam penghargaan dan hadiah pembinaan dari panitia atas karya video bernafaskan nilai-nilai Islam dan kreativitas Gen Z.

Ketua pelaksana Muhammad lutfi syarif menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan berharap kegiatan ini menjadi pemantik lahirnya konten kreator muda yang menyebarkan nilai-nilai Islam di era digital. "Kami berharap kolaborasi BEM FAI, PK IMM, dan HMPS PAI tidak berhenti di sini. Ke depan, akan ada lebih banyak ruang bagi Gen Z untuk belajar dan berkarya dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam," tuturnya. (Ilyas Fachriansyah)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Muhammadiyah (UM)....

Suara Muhammadiyah

13 January 2024

Berita

CIPUTAT, Suara Muhammadiyah – Lingkungan perguruan tinggi kini tengah menghadapi ancaman seriu....

Suara Muhammadiyah

19 April 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) resmi dibuka oleh Rektor Univers....

Suara Muhammadiyah

26 October 2024

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi dari berbagai....

Suara Muhammadiyah

28 August 2024

Berita

Tekankan Peran Penting Media Sosial Untuk Dakwah Berkemajuan SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

11 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah