Dorong Inovasi, UM Bulukumba Berdayakan Kelompok Usaha Kacang Sembunyi

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

105
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk "Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga melalui Inovasi dan Penguatan Kelompok Usaha Kacang Sembunyi di Desa Bonto Bulaeng" yang digelar pada Ahad, 28 Juni 2026, di Kelompok Usaha Masseddi Bonto, Desa Bonto Bulaeng, Kabupaten Bulukumba.
 
Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui platform BIMA tersebut dibuka langsung oleh Ketua Tim PKM UM Bulukumba, Andi Anugrah M., S.Pd., M.Pd., yang didampingi oleh anggota tim, Ardianto, S.Pd., M.Pd., dan Sulma, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa program pengabdian ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha berbasis potensi lokal.
 
Menurut Andi Anugrah, kegiatan PKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendampingi kelompok usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
 
"Kegiatan hibah PKM ini memang ditujukan untuk membantu membangun kemandirian dan meningkatkan keterampilan masyarakat, sehingga mampu mengembangkan potensi usaha Kelompok Usaha Masseddi Bonto dalam memproduksi olahan kacang sembunyi di Desa Bonto Bulaeng," ujarnya.
 
Ia menambahkan, pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga penguatan daya saing produk di pasaran.
 
"Melalui program ini, kelompok mitra diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas dan higienisitas produksi, tetapi juga mengembangkan inovasi kemasan, menciptakan varian rasa baru yang sesuai dengan selera pasar, memperluas jangkauan pemasaran melalui media digital seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, serta menerapkan digitalisasi manajemen keuangan," lanjutnya.
 
Lebih jauh, Andi Anugrah berharap program tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bonto Bulaeng.
 
"Pada akhirnya, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan menggerakkan roda ekonomi desa secara berkelanjutan," tutupnya.
 
Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bonto Bulaeng, Surianti, S.Pd. Ia menilai program PKM menjadi peluang bagi kelompok usaha perempuan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan usaha yang dimiliki. Surianti mengaku bersyukur Desa Bonto Bulaeng dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan program pengabdian tersebut.
 
"Saya sangat berterima kasih atas adanya kegiatan ini dan merasa senang karena desa kami mendapat kesempatan berharga," tuturnya.
 
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengikuti setiap sesi pelatihan secara maksimal.
 
"Oleh karena itu, saya berharap kepada ibu-ibu peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sebaik-baiknya," tambah Surianti.
 
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bertajuk Digitalisasi Manajemen Keuangan Usaha Kacang Sembunyi oleh anggota Tim PKM UM Bulukumba, Sulma, S.Si., M.Si. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya saing usaha mikro.
 
Menurut Sulma, pelaku usaha perlu mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pengelolaan usaha menjadi lebih efektif dan profesional. "Untuk menjadi usaha yang besar ke depannya, Kelompok Usaha Masseddi Bonto tentu perlu beradaptasi melalui digitalisasi manajemen keuangan," jelasnya.
 
Ia menjelaskan bahwa penerapan teknologi digital dapat dimulai dari hal sederhana, seperti penggunaan aplikasi kasir portabel yang mudah dioperasikan. "Salah satunya adalah dengan memanfaatkan aplikasi kasir portabel yang dapat dengan mudah diakses melalui handphone milik pemilik toko maupun karyawan," imbuh Sulma.
 
Melalui kegiatan PKM ini, UM Bulukumba berharap Kelompok Usaha Masseddi Bonto mampu meningkatkan kualitas produk, menghadirkan inovasi kemasan dan varian rasa, memperluas akses pemasaran melalui media digital, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen UM Bulukumba dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
 
(Syayyidina Ali)

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikd....

Suara Muhammadiyah

20 September 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Biro Pengemba....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Menyongsong internasionalisasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas....

Suara Muhammadiyah

21 February 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Altaf Jaddan Adzaro, siswa SD Muhammadiyah Sapen yang mewakili Propins....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan kesadaran ....

Suara Muhammadiyah

27 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah