Dosen Muhammadiyah, Dr. Iswanto Masuk Jajaran World’s Top 2% Scientist

Suara Muhammadiyah

10 October 2025

874
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dr. Ir. Iswanto, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., dosen Program Studi Teknik Elektro UMY, berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist Network tahun 2025.

Penghargaan bergengsi yang dirilis oleh Stanford University bekerja sama dengan Elsevier ini menempatkan Dr. Iswanto bersama empat dosen UMY lainnya sebagai bagian dari jajaran peneliti dan ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Pencapaian ini semakin mengharumkan nama Fakultas Teknik dan UMY di kancah global.

Dr. Iswanto menjelaskan bahwa penilaian tersebut dilakukan secara ketat oleh tim dari Stanford University berdasarkan data publikasi Scopus yang dikurasi oleh Elsevier. Para peneliti yang masuk dalam daftar ini memiliki tingkat sitasi tinggi, terutama dari artikel yang diterbitkan melalui jurnal-jurnal Elsevier.

“Saya menulis artikelnya di jurnal Elsevier. Banyak yang bilang jurnal Elsevier itu sulit, dan memang benar. Tapi kalau kita mau berusaha, pasti ada celah untuk bisa masuk,” ujar Iswanto saat ditemui di Café 1912 UMY pada Jumat (10/10).

Lebih lanjut, Iswanto mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi riset yang intens. Ia secara rutin bekerja sama dengan peneliti dari STIKOM Yos Sudarso serta beberapa penulis luar negeri, termasuk dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Jaringan kolaborasi internasionalnya semakin kuat berkat kiprahnya sebagai pengelola Jurnal Robotic and Control (JRC), yang memiliki editor dari berbagai negara. Meskipun fokus risetnya di bidang robotika, Iswanto aktif menerapkan pendekatan multidisiplin dan kolaboratif.

“Saya senang membantu rekan-rekan dosen lintas bidang. Misalnya dosen pertanian yang punya persoalan pengolahan data, atau dosen kesehatan yang butuh bantuan dalam aspek teknologinya,” jelasnya.

Beberapa hasil penelitiannya antara lain robot penyiram tanaman dan robot penyelamat, yakni kapal penyelamat yang dikendalikan dari jarak jauh untuk menolong korban tenggelam.

Bagi Iswanto, penelitian adalah sarana terbaik untuk mengembangkan ilmu sekaligus memperkaya pembelajaran bagi mahasiswa.

“Kalau kita meneliti, ilmu yang kita dapat lebih tinggi. Dan hasil penelitian itulah yang kita sajikan ke mahasiswa,” ungkapnya.

Dalam proses mengajar, ia lebih menekankan aspek implementatif dibandingkan teori semata. Iswanto juga memanfaatkan media sosial, YouTube, dan video pembelajaran untuk menyebarkan hasil risetnya kepada publik.

Dengan memprioritaskan riset, ia berharap dapat terus menghadirkan ide-ide baru yang berkontribusi pada peningkatan kualitas akademik dan reputasi internasional UMY.

Keberhasilan Dr. Iswanto bersama empat dosen UMY lainnya yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2025 menjadi bukti nyata komitmen UMY dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi global.

“Alhamdulillah. Sebagai dosen, mengajar itu penting, tapi penelitian itu lebih penting,” tutup Iswanto dengan rasa syukur. (Jeed)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim nasional (Timnas) Indonesia mengalami kekalahan dengan skor 2-0 da....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengg....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pembunuhan massal dilakukan oleh tentara zionis kepada penduduk sipil ....

Suara Muhammadiyah

1 March 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Perkaderan merupakan proses penting dalam menggerakkan organisasi ....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Berita

SAMBAS, Suara Muhammadiyah - Nelayan Kampak Indah  Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas setelah men....

Suara Muhammadiyah

28 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah