Dosen UM Bandung: Sirah Nabawyiah Bekal Membangun Peradaban

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

796
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah Bandung sekaligus sejarawan Muhammadiyah Sopaat Rahmat Selamet mengatakan bahwa mengkaji sirah Nabi Muhammad merupakan hal penting bagi setiap muslim. Menurutnya, kajian sejarah bukan sekadar membaca kisah masa lalu, melainkan membaca fakta untuk mempersiapkan karya bagi masa depan.

Ia menegaskan bahwa sejarah harus dipahami secara kritis-analitis agar tidak sekadar menjadi dongeng. Hal ini sejalan dengan spirit Al-Quran surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan setiap manusia untuk memperhatikan apa yang sudah diperbuatnya demi masa depan.

Dalam kajian Sirah Nabawiyah yang digelar di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut, Jawa Barat, Ahad (14/09/2025), Sopaat memaparkan mengapa Nabi Muhammad harus lahir di tengah kondisi sosial Arab saat itu. Menurutnya, abad ke-7 Masehi ditandai dengan krisis kepercayaan, krisis sosial, serta pertikaian dua adidaya, yaitu Romawi dan Persia.

”Bangsa Arab sendiri hidup dalam kondisi sulit. Tradisi jahiliah, seperti perbudakan, diskriminasi terhadap perempuan, hingga praktik menyembah berhala, mewarnai kehidupan mereka. Pada saat bersamaan, ajaran samawi dari Yahudi dan Nasrani juga tidak mampu memberikan solusi karena terhegemoni kepentingan politik adidaya. Tradisi jahiliah itu merupakan pengaruh budaya asing dari dua adidaya tersebut sehingga masyarakat Arab (anak cicit Ibrahim dengan ajaran hanifiah) tergerus oleh pengaruh asing tersebut,” ujar Sopaat.

Sopaat menjelaskan bahwa lahirnya Nabi Muhammad di Hijaz merupakan jawaban atas doa Nabi Ibrahim sekaligus solusi bagi peradaban yang rusak. Kehadiran Rasulullah membawa misi tauhid dan perbaikan akhlak sebagai fondasi peradaban yang beradab.

Ia menekankan, periode dakwah Nabi di Makkah selama 12 tahun berfokus pada penanaman akidah tauhid dan pembentukan akhlak mulia. Dari 114 surah Al-Quran, sebanyak 85 di antaranya turun di Makkah dengan karakter ayat pendek, seruan universal, dan menekankan keimanan kepada Allah, akhirat, surga, dan neraka.

”Tahap demi tahap dakwah Rasulullah berlangsung penuh kesabaran. Pada awalnya hanya keluarga terdekat yang mengikuti, lalu perlahan bertambah hingga puluhan, kemudian ratusan pengikut, meski harus menghadapi boikot, intimidasi, hingga ancaman pembunuhan dari kaum Quraisy,” imbuh Sopaat.

Menurutnya, kunci kesuksesan dakwah Nabi Muhammad adalah ketulusan semata karena Allah, akhlak mulia yang membuat Nabi dipercaya, dan dukungan umat dari kalangan bawah yang teguh dalam keyakinan. Faktor ini menjadikan Islam bertahan bahkan terus berkembang meski dilawan dengan berbagai cara.

Sopaat kemudian mengaitkan perjalanan dakwah Nabi dengan gerakan KH Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah. Dalam rentang lebih dari 20 tahun, KH Ahmad Dahlan juga menekankan tauhid, pembersihan jiwa, dan kesabaran dalam merintis amal usaha Muhammadiyah yang kini berkembang luas di berbagai bidang.

Kajian Sirah Nabawiyah yang diikuti ratusan peserta ini menjadi pengingat bahwa dakwah harus dimulai dengan penguatan tauhid dan akhlak. Bagi Sopaat, spirit perjuangan Nabi dan KH Ahmad Dahlan harus terus diteladani agar umat Islam mampu menghadapi tantangan zaman dengan kokoh, beradab, dan membawa pencerahan bagi masyarakat.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo Prof Dr Abd Kadim M....

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (UM) B....

Suara Muhammadiyah

10 January 2025

Berita

Sinergi LDK Muhammadiyah dan Lazismu Gelar Pesantren Ramadhan KEPULAUAN MENTAWAI, Suara Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan sudah didepan mata kewajiban kita kaum muslim untuk Mela....

Suara Muhammadiyah

16 February 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Wacana Indonesia Emas 2045 sejatinya bukan sekadar proyeksi masa....

Suara Muhammadiyah

21 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah