MEDAN, Suara Muhammadiyah — Dosen Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Afriadi Sanusi, PhD, menjadi pembicara utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Synergy of Multiple Stakeholders in Waste Management Toward a Clean and Sustainable North Sumatra” yang diselenggarakan di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sumatera Utara, 24 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas di USU, yang digagas antara lain oleh Dr. Mahmul Siregar dan Dr. Vita Cita Emia Tarigan dari Fakultas Hukum USU, Zaid Perdana Nasution, PhD dari Fakultas Teknik USU, serta Dr. Oding Affandi dari Fakultas Kehutanan USU, bersama sejumlah akademisi lainnya.
FGD tersebut dihadiri oleh dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana, perwakilan pemerintah daerah, serta kalangan pengusaha yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan sampah. Forum ini bertujuan memperkuat sinergi multipihak dalam merumuskan strategi pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan berbasis riset.
Dalam pemaparannya, Afriadi menekankan pentingnya penerapan prinsip good governance dalam tata kelola pengelolaan sampah guna mencegah potensi penyimpangan dan praktik korupsi. Menurutnya, sistem pengelolaan sampah harus mengintegrasikan regulasi yang kuat, partisipasi masyarakat, dukungan teknologi pengolahan modern, serta kelembagaan yang transparan dan akuntabel.
“Pengelolaan sampah bukan semata persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kesadaran publik, integritas tata kelola, dan konsistensi kebijakan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan advokasi kebijakan berbasis data,” ujarnya di hadapan peserta diskusi.
Ia juga memaparkan praktik pengelolaan sampah di Malaysia yang mengedepankan aspek good governance dan anti korupsi.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan peserta terkait tantangan pengelolaan sampah di Kota Medan, mulai dari pemilahan sampah di sumber, keterbatasan infrastruktur, hingga optimalisasi alat pengelolaan sampah yang dimiliki oleh USU.
Pihak USU menyampaikan apresiasi atas kontribusi dosen UMAM dalam forum akademik tersebut. Kehadiran Afriadi dinilai semakin memperkuat implementasi nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah terjalin antara UMAM dan USU, khususnya dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pertukaran akademik.

