Faperta Ummat Bersama Fatepa Unram Tingkatkan Mutu Gula Semut

Publish

22 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
595
Foto Istimewa

Foto Istimewa

LOMBOK BARAT, Suara Muhammadiyah — Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) FAPERTA Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) berkolaborasi dengan Program Studi Teknik Pertanian  FATEPA Universitas Mataram (UNRAM) menyelenggarakan “Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) Pengolahan Air Nira Aren Menjadi Gula Semut”  yang bertempat di Dusun Batu Bolong Griya, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, 20 September 2025.

 Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bermitra dengan Kelompok Tani  Hutan (KTH) Batu Bolong Sejahtera, pelaku UMKM penghasil gula merah batok. Kabupaten Lombok Barat NTB.

Pelatihan didanai dari hibah PkM KEMDIKBUDRISTEK Tahun Anggaran 2025 dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Tim pengabdian ini terdiri dari Ibu Dina Soes Putri, M.Si selaku ketua pelaksana dan , Ibu Ir. Asmawati, MP selaku anggota, keduanya dosen dari Program Studi THP  FAPERTA UMMAT serta Bapak Hary Kurniawan, S.TP., M.Sc, Ph.D selaku anggota dosen dari prodi Teknik Pertanian  FATEPA UNRAM,  Selain itu kegiatan ini juga melibatkan mahasiwa Ariansyah dan Meli Apriana dari prodi THP FAPERTA UMMAT. 

Materi pelatihan menekankan praktik proses pengolahan yang baik dan benar mengikuti standar pengolahan CPPOB (cara pengolahan pangan olahan yang baik) mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan yang baik dan higienis dan efisien: dan memenuhi prinsip keamanan pangan. Peserta juga  diajarkan penggunaan mesin pengolah air nira  menjadi gula semut, serta  penggunaan oven pengering khusus gula semut untuk menurunkan kadar air produk. 

Peralatan tersebut diakhir acara pelatihan dihibahkan kepada mitra PkM. Pengendalian kadar air produk yang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas  produk, seperti sifat organoleptik  dan daya simpan, sehingga gula semut yang diproduksi lebih stabil dan kompetitif di pasar. Untuk memudahkan operasional dan perawatan, peserta juga menerima modul SOP sebagai panduan standar kerja. 

Di akhir sesi, mitra berhasil memproduksi gula semut menggunakan peralatan yang diberikan. Guna menunjang keberlanjutan produksi, tim  juga menyerahkan perlengkapan pendukung berupa tabung gas, spatula, ayakan, timbangan analitik, vacuum sealer, dan kemasan standing pouch  yang  sudah diberi label kemasan dari hasil pelatihan untuk pengemasan. Paket peralatan ini diharapkan dapat membantu mitra meningkatkan konsistensi mutu, efisiensi proses, serta tampilan kemasan yang lebih menarik dan aman.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Untuk mempercepat proses transfer keilmuan serta menyediakan layanan pe....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Inovasi dilakukan Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) PDM Bantul, melal....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Saat ini Indonesia tengah mengalami darurat sampah. Belasan juta ton sa....

Suara Muhammadiyah

25 November 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Dunia ini pasti akan berakhir. Al-Qur’an sudah mengonfirm....

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan 1447 H akan segera berakhir. Karena itu, Deni Asy'ar....

Suara Muhammadiyah

18 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah