Festival Besuk Sungai: Kolaborasi Ekologi Generasi Muda

Suara Muhammadiyah

12 May 2025

1224
Telusur sungai Banyuwangi

Telusur sungai Banyuwangi

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Dalam semangat menjaga kelestarian alam dan mempererat kerukunan antarumat beragama, Eco Bhinneka Banyuwangi gelar Festival Besuk Sungai di bawah jembatan Kalisetail, Genteng, Banyuwangi.

Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi ekologis lintas iman dan generasi muda dari berbagai latar belakang. (11/05).

Sebanyak 35 peserta dari berbagai komunitas, seperti Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Banyuwangi, ORSPALA SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, IPM SMK Muhammadiyah 2 Genteng, Pemuda Katolik, Among (Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan), Pemuda Hindu, Pemuda Muhammadiyah, hingga Pemuda Trijati, bergandengan tangan membersihkan bantaran Sungai Setail sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup.

Sebelum melakukan aksi di sungai, para peserta mendapatkan materi tentang Langkah Efektif Melestarikan Sungai dan Lingkungan Sekitarnya dari Ir. Riza Al Fahroby, ST.MSc., Sekretaris Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi di Aula SMK Muhammadiyah 2 Genteng. 

Aksi bersih sungai ini dimulai dengan briefing dari Zahrotul Janah, Fasilitator Daerah Eco Bhinneka Banyuwangi. Ia menyampaikan teknik pemilahan dan pengumpulan sampah anorganik secara efektif. Peserta kemudian dibagikan trash bag dan bergerak menyusuri area sungai untuk melakukan clean up. Dalam waktu hanya sepuluh menit, para peserta berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 25,15 kilo gram.

“Acara Besuk Sungai Bersama Eco Bhinneka ini luar biasa,  mencakup teori, edukasi, aksi, hingga solusi. Ternyata selain clean up kita juga bisa melakukan tindak lanjut berupa pelaporan hasil pengecekan kandungan air sungai. Seberapa besar terpapar mikroplastik.” ungkap Agung dari Pemuda Katolik. 

Selain aksi bersih sungai, kegiatan ini juga mencakup brand audit sampah untuk mengidentifikasi sumber sampah plastik terbanyak, uji kualitas air untuk mendeteksi kandungan mikroplastik, serta penanaman pohon kelapa dan lerak di sekitar bantaran sungai sebagai upaya jangka panjang penghijauan dan perbaikan kualitas tanah.

Lomba daur ulang sampah sungai turut menambah semangat kreativitas peserta, sekaligus menyampaikan pesan bahwa sampah bisa diolah menjadi karya yang berguna.

Windarti, Regional Manager Eco Bhinneka mengungkapkan bahwa Festival Besuk Sungai ini menjadi aktivitas pamungkas serangkaian besuk sungai yang telah dilakukan Eco Bhinneka khususnya di Banyuwangi dan beberapa daerah di Jawa Timur berkolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah.

Pemandangan mengharukan terjadi saat sejumlah anak-anak yang sedang mandi di sungai ikut bergabung membantu mengambil sampah dari aliran air.

Antusiasme mereka menjadi pengingat bahwa edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini dan melibatkan warga secara langsung.

Festival Besuk Sungai Eco Bhinneka menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap bumi tidak mengenal batas agama dan usia.

Gotong royong dalam merawat sungai menjadi simbol persatuan dan harapan akan masa depan yang lebih lestari. (zah/nda/iko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Akbar Shah Rukh Khan Tria Romadon, Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas T....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Riau mengadakan Pelatihan Muba....

Suara Muhammadiyah

22 November 2024

Berita

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya Universitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

19 March 2024

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Aceh yudisium se....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, memada....

Suara Muhammadiyah

29 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah