Fokal IMM Harus Menjadi Jembatan Emas bagi Kemajuan Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

24 August 2026

98
Prof Dr Haedar Nashir, MSi

Prof Dr Haedar Nashir, MSi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat menjadi kekuatan strategis dalam melanjutkan cita-cita perjuangan IMM dan memperkuat gerakan Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan Haedar dalam acara Pengukuhan Fokal IMM DIY yang digelar di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Senin (24/8). Kegiatan tersebut dirangkai dengan Fokal IMM DIY Award 2026 dan peluncuran Batik Nasional Fokal IMM.

Atas nama pribadi maupun Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar menyampaikan selamat atas pelantikan dan pengukuhan kepengurusan Fokal IMM DIY. Ia menilai keberadaan Fokal IMM merupakan bagian dari ikhtiar para alumni untuk melanjutkan semangat dan cita-cita IMM setelah menyelesaikan masa pengkhidmatan di organisasi mahasiswa.

“Forum Komunikasi Alumni tentu menjadi bagian dari perhimpunan yang memiliki semangat untuk melanjutkan langkah dan cita-cita IMM dalam berkiprah di Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Haedar.

Menurutnya, Fokal IMM bukan organisasi struktural di bawah Muhammadiyah. Fokal lebih merupakan sebuah jemaah yang menghimpun alumni untuk meningkatkan peran dalam mendukung, memperkokoh, dan memperluas gerakan Muhammadiyah.

“Fokal IMM tentu bukan organisasi terstruktur di bawah Muhammadiyah, tapi lebih merupakan jemaah untuk meningkatkan peran-peran para alumni ini dalam membawa Muhammadiyah, mendukung langkah-langkah Muhammadiyah, memperkokoh gerakan Muhammadiyah, ikut memperluas jangkauan gerak Muhammadiyah,” tuturnya.

Lebih dari itu, Haedar berharap Fokal IMM mampu menjadi kekuatan yang turut membela Muhammadiyah ketika Persyarikatan menghadapi persoalan atau situasi yang merugikan kepentingan umat dan gerakan.

Karena itu, ia berpesan agar seluruh pimpinan dan anggota Fokal IMM, baik di tingkat pusat maupun wilayah, senantiasa menjaga integritas, etos perjuangan, dan cita-cita luhur yang menjadi komitmen bersama.

Menjadi Teladan bagi Kader Muda

Haedar juga menekankan pentingnya Fokal IMM menjadi uswah hasanah atau teladan yang baik bagi kader-kader IMM dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) lainnya.

Menurutnya, pengalaman para alumni dalam berorganisasi, berkiprah di masyarakat, serta menjalani kehidupan setelah menjadi kader IMM dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.

“Fokal IMM bisa menjadi uswah hasanah bagi adik-adik kita IMM maupun AMM lain yang berada di struktur organisasi agar mereka bisa terbimbing dan menjalani pengkhidmatan di IMM betul-betul dengan semangat yang ikhlas, berintegritas tinggi,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa proses menjadi kader Muhammadiyah tidak dapat ditempuh secara instan. Pengkhidmatan di IMM, organisasi otonom, maupun Muhammadiyah membutuhkan proses panjang, pengalaman, dan ketekunan.

“Berilah bimbingan dan pencerahan bahwa ber-IMM maupun aktif dalam struktur Angkatan Muda Muhammadiyah dan Ortom maupun di Muhammadiyah itu tidak bisa instan, tidak bisa sekali jadi,” tegas Haedar.

Dalam konteks tersebut, Haedar kembali mengingatkan pesan KH Ahmad Dahlan yang menjadi salah satu prinsip penting dalam menjaga idealisme kader Muhammadiyah.

Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan cari hidup di Muhammadiyah,” ungkapnya.

Menurut Haedar, pesan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas organisasi, tetapi mengandung makna penting tentang menjaga idealisme dan ketulusan dalam berkhidmat.

Jaga Integritas di Tengah Diaspora Kader

Haedar juga mendorong para alumni IMM untuk terus berdiaspora dan mengambil peran di berbagai bidang kehidupan. Alumni dapat berkiprah di berbagai profesi dan ruang pengabdian dengan tetap menjaga regulasi serta nilai-nilai yang menjadi karakter kader Muhammadiyah.

“Ketika ada banyak peluang untuk berdiaspora dan aktif di berbagai tempat, jagalah integritas kepribadian dan karakter sebagai Angkatan Muda Muhammadiyah, sebagai kader Muhammadiyah. Karena itu yang membedakan kita dengan yang lain,” pesannya.

Ia menyebut kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah merupakan amanah yang harus dijaga oleh setiap kader. Bahkan, menurut Haedar, kepercayaan yang diberikan berbagai pihak kepada Muhammadiyah terkadang lebih besar daripada yang dibayangkan.

“Berbagai pihak percaya pada Muhammadiyah, menghargai Muhammadiyah, menghormati Muhammadiyah. Bahkan kadang penghormatan, kepercayaan itu melampaui apa yang rasanya bisa kita tunaikan,” katanya.

Karena itu, Haedar meminta kader Muhammadiyah menjaga marwah dan muruah Persyarikatan dalam setiap ruang pengabdian.

“Jagalah Muhammadiyah, IMM dengan seluruh prinsip integritas kepribadian dan marwah serta muruah yang selama ini menjadi karakter kita,” tegasnya.

Menjadi Insan yang Memberi Maslahat

Lebih jauh, Haedar mengajak Fokal IMM untuk terus mengambil bagian dalam memajukan umat, masyarakat, bangsa, negara, bahkan kemanusiaan di tingkat global.

Pengkhidmatan tersebut, menurutnya, harus dibangun melalui keikhlasan sekaligus kecerdasan yang ditopang ilmu pengetahuan, kemampuan, dan keahlian.

“Kita ingin menjadi sumber daya insani yang dipercaya dan lebih jauh lagi kita menjadi insan-insan terbaik sehingga memberi maslahat di mana pun kita berada,” ujarnya.

Ia mengutip prinsip khairunnas anfa'uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia lainnya.

Dalam konteks itulah, Haedar menempatkan Fokal IMM sebagai bagian penting dari keberlanjutan gerakan kader Muhammadiyah.

Haedar berharap Ketua Korwil Fokal IMM DIY Deni Asy’ari, M.A., bersama jajaran pengurus dapat menjaga spirit dan etos pergerakan Muhammadiyah.

“Semoga Mas Deni dan kawan-kawan akan terus menjaga spirit dan etos pergerakan Muhammadiyah yang luhur ini sehingga Fokal IMM menjadi ‘jembatan emas’ untuk mewujudkan cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Olimpiade Sains Nasional (OSN) tinggal menghitung hari, tepatnya 6-12 O....

Suara Muhammadiyah

7 October 2025

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Eco Bhinneka regional Banyuwangi kembali mengadakan “Bes....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Jamaah wanita masjid Al Muttaqiin Perumahan Grand Tanjung Elok Purwok....

Suara Muhammadiyah

19 October 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (U....

Suara Muhammadiyah

19 January 2026

Berita

"Kamu melihat masalah jangan seperti melihat halaman rumahmu yang sempit itu." —Buya Syafii&nb....

Suara Muhammadiyah

21 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah