KEDIRI, Suara Muhammadiyah – Forum Panti Asuhan ‘Aisyiyah Muhammadiyah (FORPAMA) se-Kediri Raya menggelar pertemuan pada hari ini dengan mengangkat tema “Modernisasi Teologi Al-Ma’un dalam Bingkai Kepantian”. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) ‘Aisyiyah Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kediri Raya.
Ketua FORPAMA, Marlan Salim, dalam sambutannya menegaskan bahwa panti asuhan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, modernisasi pengelolaan panti merupakan kebutuhan mutlak agar pelayanan terhadap anak asuh semakin optimal dan relevan dengan tantangan zaman.
“Panti asuhan tidak bisa lagi dikelola secara konvensional. Perkembangan teknologi dan sistem sosial menuntut kita untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai teologi Al-Ma’un sebagai ruh gerakan,” ujarnya.
Pertemuan ini juga diisi dengan sesi sharing antar panti asuhan. Dalam sesi tersebut, masing-masing perwakilan panti memaparkan program unggulan, jumlah anak asuh, status akreditasi, serta berbagai bentuk usaha mandiri yang dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan panti.
Selain itu, dibahas pula secara khusus pentingnya keberadaan pekerja sosial (peksos) di setiap panti asuhan. Keberadaan peksos menjadi salah satu syarat utama untuk meraih akreditasi A. Namun demikian, hal ini masih menjadi tantangan besar bagi panti asuhan.
“Untuk memenuhi kebutuhan peksos, tidak mudah mengandalkan anak asuh yang melanjutkan kuliah di bidang pekerjaan sosial. Banyak yang harus kuliah di luar kota dan pada praktiknya sering berakhir dengan berbagai permasalahan,” ungkap salah satu peserta dalam diskusi.
Melalui forum ini, FORPAMA berharap dapat menemukan solusi bersama terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta pengelolaan panti asuhan yang lebih profesional dan berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan sosial Muhammadiyah.

