YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Gempa tektonik berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, Gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Akibat gempa ini, peringatan dini dikeluarkan oleh BMKG. Tapi, dalam siaran resminya, pukul 07.30 WIB, BMKG resmi mengakhiri peringatan tersebut. Karena itu, BMKG meminta masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Dilaporkan, bahwa, 38 jiwa meninggal dunia dan lebih dari 2.000 jiwa mengungsi akibat gempa tersebut.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya akibat musibah gempa bumi ini yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan, serta memaksa ribuan warga meninggalkan rumah dan mengungsi.
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur,” ujar Haedar, yang turut mendoakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SwT. “Serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” sambungnya.
Haedar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk begerak bersama-sama membantu warga yang sedang menghadapi musibah yang sedemikian hebatnya itu.
“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan,” tuturnya.
Dalam konteks itu, Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)-Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bergerak cepat merespons kebencanaan tersebut dengan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT, sebagai bagian dari respons awal terhadap gempa bumi yang melanda wilayah Flores.
“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” terangnya.
Haedar mengapresiasi gerak cepat para relawan Muhammadiyah yang berada di wilayah terdampak serta mengajak seluruh jaringan Muhammadiyah untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.
“Semoga para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan. Kita berharap proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Haedar juga mengajak masyarakat luas untuk memberikan dukungan kepada warga Flores, baik melalui doa, bantuan kemanusiaan, maupun dukungan lain yang dibutuhkan dalam masa tanggap darurat.
“Dalam menghadapi bencana, kita harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. Semoga dari musibah ini lahir kekuatan kemanusiaan yang membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” tandasnya. (Adam/Cris)

