CILEGON, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 43 siswi SMK Muhammadiyah Cilegon resmi dipersiapkan menjadi Kader ARSY (’Aisyiyah Remaja Sehat dan Berdaya) setelah mengikuti pelatihan kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual (PMS) yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Kesehatan (Poltekkes) ‘Aisyiyah Banten.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Kader Remaja Sehat dalam Pencegahan Penyakit Menular Seksual melalui Gerakan ARSY” ini dipimpin Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, dr. H. Nur Avenzoar, MKM, bersama anggota tim Liana Muslihah, MKM, dan Nuria Fitri Adista, MKM.
Pelatihan yang digelar pada 15 Juni 2026 lalu, mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah dan jajaran guru SMK Muhammadiyah Cilegon. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan sekaligus mendorong keterlibatan aktif para siswi selama proses pelatihan.
Sejak awal kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Tidak hanya menyimak materi, mereka juga aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, mengikuti simulasi, hingga mempraktikkan teknik komunikasi sebagai edukator sebaya.
Materi pelatihan mencakup kesehatan reproduksi remaja, pencegahan penyakit menular seksual, serta keterampilan komunikasi bagi kader dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya. Peserta juga dibekali kemampuan melakukan penyuluhan dan konseling sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami remaja.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes ‘Aisyiyah Banten, dr. H. Nur Avenzoar, MKM, mengatakan pembentukan kader sebaya menjadi penting karena remaja membutuhkan ruang yang aman dan komunikatif untuk memperoleh informasi kesehatan yang benar.
“Kader ARSY diharapkan tidak hanya memahami kesehatan reproduksi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi teman sebaya yang memberikan informasi secara tepat, santun, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Untuk memperkuat keterampilan tersebut, peserta mengikuti praktik komunikasi edukatif melalui metode role play, diskusi kelompok, dan presentasi singkat. Dalam simulasi, peserta dilatih menyampaikan informasi kesehatan secara efektif sekaligus membangun kepercayaan diri sebagai komunikator kesehatan di lingkungan sekolah.
Antusiasme peserta semakin terlihat dalam berbagai sesi interaktif. Diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis, bahkan ditutup dengan yel-yel semangat Kader ARSY yang menggema di ruang pelatihan.
Menariknya, seluruh peserta menyatakan kesediaannya menjadi bagian dari Kader ARSY dan berkomitmen mengambil peran sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi serta mendorong pencegahan penyakit menular seksual di lingkungan sekolah.
“Remaja memiliki potensi besar menjadi pelopor kesehatan di sekolah. Ketika mereka mendapatkan pengetahuan, keterampilan, ruang untuk berpartisipasi, serta pendampingan yang tepat, mereka dapat menjadi agen perubahan bagi teman-temannya,” kata tim pengabdi.
Pada akhir kegiatan, tim melakukan evaluasi melalui sesi tanya jawab dan praktik. Hasil evaluasi menunjukkan peserta mampu memahami materi yang diberikan serta mempraktikkan teknik komunikasi kader dengan baik. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan peserta sebagai calon kader kesehatan remaja.
Sebagai bentuk apresiasi, tim pengabdi juga memberikan reward kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif dan semangat mereka selama pelatihan. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para kader untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan kesehatan kepada teman sebaya.
Ke depan, Gerakan ARSY diharapkan dapat berkembang menjadi wadah pembinaan kader remaja yang berkelanjutan di SMK Muhammadiyah Cilegon. Para kader diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mengedukasi teman sebaya, mendorong perilaku hidup sehat, serta membangun generasi remaja yang sehat, berdaya, berakhlak mulia, dan mampu membawa perubahan positif di sekolah maupun masyarakat.

