MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Gerakan Muhammadiyah mungkin terlihat berjalan pelan, namun dilakukan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua PDM Kabupaten Magelang, Nasiruddin, dalam kajian sore di Masjid Muhammadiyah Ummu Kamal, Kecamatan Bandongan, Sabtu (14/3).
Nasiruddin menjelaskan bahwa perkembangan Muhammadiyah tidak lepas dari pendekatan dakwah yang dilakukan melalui tindakan nyata berdasarkan dakwah bil hal atau keilmuan.
“Dakwah tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dia menegaskan, dalam dakwah itu Muhammadiyah menyampaikan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan. Sebab kebiasaan belum tentu benar berdasarkan syariat agama Islam.
Menurut Nasiruddin, dakwah Muhammadiyah terus digerakkan melalui pendekatan yang sederhana namun konsisten, salah satunya dengan memperkuat silaturahim hingga ke tingkat akar rumput.
Melalui cara tersebut, warga Muhammadiyah terus didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan amal, memperkuat pemahaman keislaman, serta meningkatkan komitmen dalam bermuhammadiyah.
Ia menambahkan, penguatan hubungan antar warga di tingkat bawah menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan organisasi. Dengan keterlibatan aktif warga, semangat beramal dan berdakwah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Silaturahim yang terus dijaga membuat warga semakin kuat dalam berislam dan bermuhammadiyah,” ujarnya.
Gerakan yang mungkin terlihat sederhana tersebut, lanjutnya, justru menjadi kekuatan utama Muhammadiyah dalam menjalankan dakwahnya.
Melalui konsistensi dan keteladanan, Muhammadiyah mampu berkembang dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kajian sore tersebut diikuti oleh warga Muhammadiyah di Kecamatan Bandongan, Windusari dan Kaliangjrik serta masyarakat sekitar yang antusias mendengarkan pemaparan mengenai pentingnya dakwah melalui tindakan nyata dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. (Arif Zaini)
