Guru ISMUBA Garda Terdepan Tertib Salat Siswa

Suara Muhammadiyah

18 January 2024

1467
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 454 siswa mengikuti Salat Asar yang dilaksanakan di halaman sekolah sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan. Iqomah dikumandangkan muazin dari siswa kelas VI, sedangkan Imam Dwi Jatmiko dari Da’i Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat RI, Kamis (18/1/2024). 

Siswa yang ikut saalat berjamaah itu berasal dari kelas IV, V dan VI. Siswa pria berada di depan, siswa perempuan berada di shaf paling belakang dengan fasilitator pendamping guru karyawan. Sama seperti siswa pria, tak terdengar suara di shaf perempuan. Usai shalat wajib mereka mengemasi mukena dengan tertib tanpa berisik.

“Salah satu alternatif yang bisa dilakukan dalam melaksanakan pendidikan karakter disekolah adalah mengoptimalkan pembiasaan salat berjama’ah di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Pembiasaan seperti ini, lanjutnya, tidak hanya mendidik siswa untuk hidup dengan disiplin waktu dan bertanggung jawab, tetapi juga memberikan panduan dalam menjalani hidup sehari-hari seiring dengan nilai-nilai religius berbasis agama Islam. 

“Mengajarkan siswa untuk berangkat ke masjid dengan pakaian yang rapi merupakan hal yang perlu diberdayakan. Guru al Islam, Kemuhamamdiyahan dan Bahasa Arab (ISMUBA) garda terdepan tertib salatnya siswa,” ungkapnya.

Selain menunjukkan kesopanan, Jatmiko meyakini perilaku ini akan mempersiapkan mereka untuk situasi formal di masa depan, seperti saat mereka menghadiri acara-acara keagamaan atau upacara resmi. 

“Terlebih lagi, berpakaian rapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memberikan kesan positif kepada orang lain,” jelasnya.

Ternyata anak-anak yang biasa ribut itu bisa ditenangkan saat salat. Tentu butuh perjuangan ekstrakeras dari para pendidik ISMUBA yang mengawal kegiatan ibadah itu. Tampak kepala sekolah Hj Sri Sayekti mengawasi siswanya, dibantu Wakil Kepala Sekolah bidang al Islam Kemuhammadiyahan Ahmad Syaifuddin dan staf Sutrisno.

“Mendidik anak-anak agar bisa seperti itu butuh kerja keras dan kerja ikhlas, semua pendidik di sini disebut guru ISMUBA dan harus menjadi teladan bagi anak didiknya. Terbukti adanya salat berjamaah berdampak pada tertibnya masuk siswa maksimal pukul 07.00 WIB, guru karyawan maksilmal pukul 06.45 WIB dan wajib ikut apel,” kata guru al Islam ini. (Jatmiko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah – Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 di Kom....

Suara Muhammadiyah

18 August 2024

Berita

SIMPANG EMPAT, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Derah Muhammadiyah Kabupaten Pasaman Barat gelar Milad ....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (MPI PP) Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

16 February 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir ....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Awal tahun 2026 menjadi penanda capaian penting bagi pendidikan....

Suara Muhammadiyah

1 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah