Guru Ismuba Peletak Dasar Pembentukan Karakter Adiluhung Siswa Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

688
Pembinaan dan Santunan Guru Ismuba Sekolah Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta di Kantor PDM Kota Yogyakarta. Foto: Cris

Pembinaan dan Santunan Guru Ismuba Sekolah Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta di Kantor PDM Kota Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -  Pelajaran Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) merupakan produk khusus yang dimiliki oleh sekolah Muhammadiyah. Keberadaannya sebagai jangkar utama pembentukan karakter luhur siswa Muhammadiyah.

"Ini posisi yang sangat menentukan karena selain penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik kita, juga ini adalah penanaman ideologi Muhammadiyah tentunya," kata Ishafit.

Ketua Mejelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta menyampaikan hal itu saat Pembinaan Guru Ismuba Sekolah Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta, Rabu (7/1) di Aula Kantor PDM Kota Yogyakarta.

Ismuba, sebut Ishafit, sebagai mata pelajaran distingtif dengan sekolah yang lain. Baginya, ini menjadi hal yang sangat penting, sehingga dapat mengonstruksi siswa Muhammadiyah yang berkemajuan.

"Melalui Ismuba ini, tentunya terintegrasi dengan mata pelajaran yang lain, akan membentuk pribadi yang kokoh, keimanan yang kuat, ibadahnya akan baik, dan tidak kalah pentingnya akhlaknya menjadi baik," ujarnya.

Seturut dengan itu, Aris Madani, Ketua PDM Kota Yogyakarta memosisikan guru Ismuba sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, yang telah bertungkus lumus meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

"Panjenengan semua telah menjadi teladan bagi siswa-siswa kita. Dan telah membantu mereka menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia," sebutnya.

Ditambahkan Aris, guru Ismuba berimplikasi dengan guru mata pelajaran yang lain. "Karena itu, guru Ismuba harus bertahan diri dan memantaskan diri menjadi bagian dari sekolah dan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa sekolah Muhammadiyah," tuturnya.

Lebih-lebih jangan sampai terlampau minder dengan guru mata pelajaran yang lain. Bagi Aris, guru Ismuba sebagai guru istimewa. "Karena yang didikan kepada para murid-murid bukan hanya untuk bekal di dunia tapi juga di akhirat," ungkapnya.

Oleh karena itu, pengemasan mata pelajaran Ismuba didorong lebih menarik dan kreatif. "Dan menjadi sarana dakwah bagi sekolah Muhammadiyah," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, juga diberikan insentif santunan bekerja sama dengan Lazismu Kota Yogyakarta yang diberikan kepada 112 guru.

Insentif tersebut diberikan mulai dari jenjang SD sampai SMA dengan total 89.250.000 (Delapan Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Masing-masing guru SD/MI sebanyak 57 guru, guru SMP/MTs 30 guru, dan SMA/SMK/MAK 25 guru. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassa....

Suara Muhammadiyah

22 May 2024

Berita

HALMAHERA, Suara Muhammadiyah - Komitmen bersama dalam menjawab persoalan lingkungan kembali ditegas....

Suara Muhammadiyah

27 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Saat ini, motif batik telah mengalami perkembangan yang sanga....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pattunuang Cabang Manggala Kota Makassa....

Suara Muhammadiyah

30 May 2024

Berita

Berfoto bersama Wamen Mendikdasmen dengan Seluruh PDM Labuhanbatu Utara dan Wakil Bupati Labuhanbatu....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah