Guru Jadi Garda Depan, Muhammadiyah Dorong Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

413
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Guru SMA Muhammadiyah se-Kota Makassar Ikuti Workshop Pendampingan Kesehatan Jiwa Remaja

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Upaya meningkatkan kapasitas guru dalam mendampingi kesehatan jiwa remaja terus diperkuat melalui kegiatan Workshop Pendampingan Kesehatan Jiwa Remaja/Pelajar yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar.

Selain di Kota Makassar, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Lamongan dengan menghadirkan narasumber Dr. dr. Warih Andan Puspitosari, M.Sc., Sp.KJ(K)., dr. Ekorini Listiowati, MMR., Ns. Yanuar Fahrizal, Sp.KJ., dr. Farindira Vesti Rahmasari, M.Sc., Ph.D., dan dr. Dirwan Suryo Soularto sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi kesehatan jiwa bagi tenaga pendidik.

Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari guru Bimbingan Konseling (BK) dan kepala sekolah dari SMA Muhammadiyah se-Kota Makassar turut ambil bagian dalam workshop ini.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber dr. Andi Tenri Padad, Sp.KJ., seorang dosen Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan jiwa.

Dalam pemaparannya, dr. Tenri menyoroti berbagai faktor yang dapat menjadi pemicu gangguan kesehatan jiwa pada remaja.

Ia menjelaskan bahwa persoalan seperti bullying, cyberbullying, grieving (kehilangan), konflik keluarga, hingga tekanan akademik, sosial, dan perasaan kesepian merupakan faktor yang kerap menjadi akar masalah.

“Guru perlu memiliki kepekaan untuk mengenali tanda-tanda awal, salah satunya adalah perasaan sedih yang berkepanjangan pada siswa. Ini tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga mengajak para peserta untuk menghapus stigma terhadap layanan BK yang selama ini kerap dianggap sebagai “tempat anak bermasalah”. 

Menurutnya, pendekatan yang lebih humanis dan empatik perlu dikedepankan agar siswa merasa aman untuk bercerita.

Sesi diskusi menjadi salah satu bagian paling dinamis dalam workshop ini. St. Rahmawati dari SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar mengangkat pertanyaan mengenai cara membedakan perilaku “nakal” dengan gejala depresi yang mungkin dipicu oleh kondisi keluarga. Menanggapi hal ini, dr. Tenri menekankan pentingnya observasi menyeluruh dan komunikasi terbuka.

“Perilaku yang tampak ‘nakal’ bisa jadi merupakan ekspresi dari tekanan emosional. Guru perlu menggali latar belakangnya dengan pendekatan empatik. Terkait komunikasi dengan orang tua, itu sangat dianjurkan, namun harus dilakukan secara hati-hati, menjaga kerahasiaan dan kepentingan terbaik bagi siswa,” jelasnya.

Pertanyaan lain datang dari Bu Hijerah yang menyoroti pentingnya pendekatan spiritual dalam pembinaan kesehatan jiwa siswa. Menjawab hal tersebut, dr. Tenri menyampaikan bahwa penguatan nilai keimanan dapat menjadi bagian penting dalam proses pendampingan.

“Kesehatan jiwa memang bersifat learning by doing. Memberikan ‘suplemen iman’ atau penguatan spiritual sangat baik, selama tetap diimbangi dengan pendekatan ilmiah dan psikologis yang tepat,” tuturnya.

Workshop ini juga diwarnai dengan berbagai tanggapan positif dari para peserta. Ust. Junaede dari SMA Muhammadiyah 9 berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melibatkan siswa secara langsung di masa mendatang.

Sementara itu, Nur Aisyiah, guru seni rupa dari SMA Ponpes Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, mengaku memperoleh wawasan baru dalam menangani siswa. “Selama ini ketika siswa bercerita, saya langsung mengarahkan ke guru BK. Namun melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pengetahuan tambahan untuk memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis,” ungkapnya.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar, Drs. Amir, MR., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa pelatihan semacam ini sangat penting sebagai bekal bagi guru dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah.

“Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah. Pelibatan guru dalam mengatasi perundungan di sekolah menjadi hal yang krusial. Workshop ini memberikan bekal yang sangat baik bagi guru SMA Muhammadiyah se-Kota Makassar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru tidak hanya mampu mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa pada siswa, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan yang tepat, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman, dan suportif bagi perkembangan remaja. (*)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - CIMB Niaga Syariah secara simbolis menyerahkan bantuan hewan ternak ku....

Suara Muhammadiyah

26 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka semarak Tanwir & Milad ke-112 Muhammadiyah, Ketua ....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

TULANG BAWANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tulang Bawang telah sukse....

Suara Muhammadiyah

21 November 2023

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah K....

Suara Muhammadiyah

23 January 2025

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Perkembangan media digital menjadi peluang bagi dakwah Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

11 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah