Hadapi Ancaman Siklon Tropis, Pakar UMY Dorong Pembangunan Terintegrasi Mitigasi Bencana

Publish

2 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
347
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ancaman siklon tropis yang semakin nyata di Indonesia menuntut perubahan pendekatan dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Bencana tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai peristiwa alam yang ditangani secara darurat, melainkan sebagai risiko struktural yang harus diantisipasi sejak tahap perencanaan pembangunan agar tidak terus menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial.

Pakar Islam dan Pembangunan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D., menekankan pentingnya integrasi mitigasi bencana dalam kebijakan pembangunan. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan aspek risiko bencana justru berpotensi memperlemah ketahanan ekonomi dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang.

“Siklon tropis memang membawa dampak ekonomi yang besar tetapi dari perspektif ekonomi pembangunan, fenomena ini juga harus dilihat sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan infrastruktur. Pembangunan tidak boleh lagi bersifat reaktif, melainkan harus dirancang adaptif terhadap risiko bencana,” ujar Dyah, Jumat (26/12) di UMY.

Pembangunan yang tangguh bencana akan mengurangi kerugian di masa depan sekaligus mempercepat pemulihan ketika bencana terjadi. Integrasi mitigasi bencana dapat dilakukan dengan memasukkan aspek pengurangan risiko ke dalam rencana pembangunan nasional maupun daerah. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas infrastruktur agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, serta penguatan kelembagaan yang berperan dalam perencanaan dan pengelolaan risiko bencana.

“Peningkatan kapasitas infrastruktur dan kelembagaan menjadi kunci. Infrastruktur yang dirancang tanpa mempertimbangkan risiko bencana akan mudah rusak dan menimbulkan beban ekonomi berulang. Sebaliknya, investasi pada infrastruktur tahan bencana justru lebih efisien dalam jangka panjang,” jelas lebih lanjut. 

Selain aspek fisik dan kelembagaan, Dyah juga menyoroti pentingnya penguatan sistem peringatan dini dan mekanisme respons bencana. Sistem yang terintegrasi dan responsif dapat meminimalkan dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Hal tersebut dapat terealisasikan dengan baik jika ada koordinasi lintas sektor agar kebijakan mitigasi tidak berjalan parsial. Masyarakat pun berperan dalam upaya mitigasi bencana. Kesadaran publik terhadap risiko bencana dan partisipasi aktif masyarakat dinilai sebagai elemen penting dalam membangun ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.

“Jika mitigasi bencana diintegrasikan secara konsisten dalam perencanaan pembangunan maka siklon tropis tidak lagi menjadi hambatan utama pembangunan, melainkan risiko yang dapat dikelola secara berkelanjutan,” pungkas Dyah. (NF)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah – Pesantren Daarul Kheir Bantarsari Bogor menggelar Pengajian Bulana....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Umat Islam (PUI) Jawa Bar....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Aisyiyah Adisana meraih juara pertama dalam lomb....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 300 siswa kelas XII SMAN Pekanbaru melakukan kunjungan studi ke....

Suara Muhammadiyah

7 November 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Jogja Expo (MJE)#4 2025 yang diinisiasi Pimpinan Wilayah M....

Suara Muhammadiyah

14 September 2025