Haedar Nashir: Idul Fitri Momentum Berbagi dan Bangun Persaudaraan Melintas

Publish

19 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
424
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Setelah sebulan penuh berpuasa, muslim merayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret 2026. Jadikan hari besar umat Islam ini untuk berbagi, peduli, dan membangun persaudaraan melintas.

Pesan itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Kamis (19/3) dalam Refleksi Idul Fitri 1447 H.

Membangun kepedulian untuk pengaman jaringan sosial ini tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga global seperti untuk saudara di Palestina, Iran, dan di berbagai belahan bumi lainnya yang membutuhkan uluran tangan.

“Memberi adalah panggilan dari semangat ke-berislaman kita untuk siapapun tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan, dan bangsa. Dan itulah yang harus kita hidupkan setelah bulan Ramadan,” ungkap Haedar.

Jejak dari Ramadan yang perlu diawetkan oleh muslim, kata Haedar adalah menahan amarah. Meski marah melekat pada setiap insan, tapi menjadi pemarah sampai pada sikap berlebihan tentu harus dieliminasi.

Pesan yang juga ditekankan Haedar adalah memberi maaf – jika pernah marah disebabkan oleh orang lain, maka gudang maaf yang besar itu harus disiapkan untuk diberikan kepada siapapun orang itu.

Sebaliknya, seorang muslim yang baik harus berjiwa besar untuk meminta maaf ketika dirinya berbuat atau berlaku salah. Dengan demikian, puasa yang dijalankan selama Ramadan bisa berdampak pada kehidupan kolektif maupun pribadi.

“Di bulan Syawal ketika kaum muslimin memulai satu Syawal sebagai hari pertama beridulfitri dan sekaligus memulai hari baru, maka kebiasaan yang sangat baik adalah berislaturahmi,” katanya.

Silaturahmi sebagai ruang bersama untuk memperbaiki kualitas hubungan kemanusiaan di level keluarga, masyarakat, bahkan antar bangsa. Di sisi lain rusaknya kemanusiaan disebabkan hancurnya hubungan yang melintas.

“Dari sinilah pentingnya kita membangun persaudaraan. Persaudaraan yang melintas batas, baik sesama iman maupun dengan seluruh anak bangsa dan siapapun yang ada,” tuturnya.

Akan tetapi, membangun persaudaraan melintas ini harus didasarkan pada Al Maidah ayat 2, yaitu membangun persaudaraan – bekerja sama untuk kebaikan dan ketakwaan, bukan bekerja sama dalam keburukan dalam kehidupan antar manusia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengambil langkah....

Suara Muhammadiyah

24 March 2025

Berita

PCM Sukajadi Gelar Silaturahmi Ba’da Idul Fitri 1447 H, Prof Din Syamsuddin Tekankan Semangat ....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Jaminan atas independensi seorang hakim Mahkamah Konstitusi (M....

Suara Muhammadiyah

5 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ikatan Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Uhamka (IKAB....

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah- Baru-baru ini, lembaga pemeringkatan Webometrics merilis daftar kampu....

Suara Muhammadiyah

6 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah