Haedar Nashir: Padepokan Tapak Suci Simbol Kemandirian dan Perkaderan Inklusif

Suara Muhammadiyah

20 June 2026

307
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, menekankan bahwa pembangunan Padepokan Tapak Suci Putera Muhammadiyah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol semangat kemandirian yang menjadi ruh pergerakan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad. Hal ini disampaikan Haedar dalam acara Pengajian Akbar Pembangunan Padepokan Tapak Suci di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Sabtu (20/6/2026).

Haedar menegaskan bahwa di Muhammadiyah tidak ada istilah proyek yang berhenti di tengah jalan setelah peletakan batu pertama. "Mesti ketika batu pertama diletakkan, itu tidak lama kemudian dalam proses membangun yang wajar, bangunan itu akan berdiri," ujarnya. Semangat kemandirian ini, menurutnya, dilakukan dalam bingkai kolaborasi dengan pemerintah dan kekuatan bangsa lainnya untuk membangun kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa hingga ke daerah tertinggal.

Dalam pidatonya, Haedar Nashir menggarisbawahi pentingnya peran Tapak Suci dalam membangun fisik, mental, dan karakter generasi muda (milenial, Gen Z, hingga Alpha) berbasis iman dan akhlak. Ia menyebut konsep pembangunan manusia di Muhammadiyah adalah pembangunan yang utuh, bukan serpihan, yang mencakup dimensi intelektual dan kesalehan.

"Kita membangun fisik, membangun mental berbasis iman dan akhlak. Ada istilah aqlus salim wa jinsus salim, yakni akal budi yang jernih dan saleh, tapi juga fisik yang sehat dan selamat," jelas Haedar. Ia menambahkan bahwa Tapak Suci harus tetap konsentrasi pada penyatuan kekuatan fisik, iman, dan kesalehan agar bangsa Indonesia mampu bersaing secara global.

Prof. Haedar juga menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai gerakan yang berkomitmen memberi dan meringankan beban pemerintah tanpa terkontaminasi oleh orientasi politik praktis. Muhammadiyah memposisikan diri sebagai kekuatan yang konstruktif namun tetap kritis dalam memberikan solusi atas masalah bangsa.

Lebih lanjut, Haedar memuji sifat inklusif Tapak Suci yang kini telah tersebar di 24 negara dan dapat diterima oleh siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, usia, maupun kewarganegaraan. "Tapak Suci menjadi lembaga pengembangan SDM dan lembaga untuk membangun relasi yang inklusif," tuturnya.

Menutup arahannya, Prof Haedar mengajak seluruh keluarga besar Muhammadiyah dan bangsa Indonesia untuk menjauhi sikap kebencian dan kemarahan yang tidak produktif di media sosial. Ia berharap Muhammadiyah, melalui Tapak Suci, terus menjadi kekuatan pencerdas dan pencerah yang menyatukan bangsa.

"Jika kita membangun dengan kasih sayang seperti seorang ibu, di situlah berkah Allah akan turun. Muhammadiyah harus terus menjadi kekuatan yang memajukan dan menyatukan bangsa, dan Tapak Suci adalah tempatnya," pungkas Haedar.

Hadir Ketua Umum PB IPSI yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI Sugiono, serta Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Afnan Hadikusumo. Acara ini juga turut dihadiri oleh Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Anggota DPR RI Totok Daryanto dan Danang Wicaksono, serta jajaran tokoh Muhammadiyah lainnya dan ratusan pendekar hingga kader Tapak Suci.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah — Dalam rangka menyambut dan menghidupkan bulan suci Ramadhan....

Suara Muhammadiyah

23 February 2026

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya menghidupkan semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial, Ko....

Suara Muhammadiyah

10 August 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah ....

Suara Muhammadiyah

15 August 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah– Tantangan sampah di kawasan wisata kini semakin mendapat perhatian....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Berita

SIDRAP, Suara Muhammadiyah - Sebuah karya monumental dan membanggakan tengah lahir dari rahim p....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah