Haedar Nashir: Spirit Hijrah adalah Kemandirian

Suara Muhammadiyah

17 June 2026

198
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kemandirian di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, esensi hijrah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan perubahan nyata menuju kondisi yang lebih baik bagi umat secara individual maupun kolektif.

Haedar menjelaskan bahwa spirit hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW mengandung makna transformasi dari kondisi keterbelakangan menuju kemajuan yang membawa kemaslahatan luas. Ia menegaskan bahwa hijrah harus diwujudkan dalam bentuk kesungguhan berjuang membangun kekuatan umat agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Hijrah mengandung makna perubahan dari keadaan umat Islam yang tertinggal pada kemajuan yang lebih baik dan berdampak luas. Di situlah makna kemandirian sebagai bagian dari spirit hijrah dan kandungan ajaran Islam untuk pemeluknya,” ujarnya pada Senin (15/6).

Haedar menilai, kemandirian merupakan syarat penting bagi umat Islam untuk dapat memberi manfaat yang lebih besar kepada sesama. Ia mengutip pepatah Arab faaqidu asy-syai la yu’thi yang berarti seseorang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan mampu memberi sesuatu. Karena itu, umat Islam perlu memperkuat kemampuan dan sumber daya agar tidak bergantung kepada pihak lain.

Menurutnya, tantangan besar yang masih dihadapi umat Islam Indonesia adalah lemahnya kemandirian di bidang ekonomi dan politik kebangsaan. Padahal, sebagai kelompok mayoritas, umat Islam memiliki potensi besar untuk membangun kekuatan kolektif yang berdaya saing dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Kemandirian, otonomi, independensi, dan kata lain yang sejenis merupakan kesanggupan untuk berdiri sendiri dengan keberanian dan tanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban guna memenuhi kebutuhan sendiri,” jelasnya.

Haedar menekankan bahwa pembangunan kemandirian harus berjalan beriringan dengan penguatan keimanan, ibadah, dan akhlak mulia. Keberagamaan yang kuat, menurutnya, harus melahirkan kesalehan transformatif yang menghadirkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, kedamaian, dan kemaslahatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam untuk tidak ragu terlibat dalam pengembangan sektor ekonomi, bisnis, dan kewirausahaan. Selain memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah, umat Islam juga perlu mulai menggarap sektor-sektor strategis seperti industri, perkebunan, pertambangan, dan teknologi informasi secara profesional, amanah, dan bertanggung jawab.

“Umat Islam mesti berbisnis yang halalan thayyiban didukung profesionalitas yang tinggi. Bisnis mikro, kecil, dan menengah harus terus diberdayakan secara masif. Selain itu, bisnis eksekutif dan strategis dari level menengah sampai tinggi harus mulai digarap oleh umat Islam secara amanah dan profesional,” tegasnya.

Haedar juga mengingatkan bahwa organisasi keagamaan tidak hanya bertugas memperkuat aspek keimanan dan ibadah, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kehidupan sosial, ekonomi, dan kebudayaan sebagai wujud peran manusia sebagai khalifat fil ardh.

Mengutip pandangan sufi besar Jalaluddin Rumi, Haedar menegaskan pentingnya keterlibatan orang-orang saleh dalam urusan dunia. “Jika orang-orang saleh pasif di dunia, jangan salahkan manakala orang-orang zalim berkuasa,” kutipnya.

Di akhir Haedar berharap Tahun Baru Hijriah 1448 menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat kemandirian sekaligus memperluas kolaborasi dalam menebar kemaslahatan. Kemandirian, menurutnya, tidak berarti hidup eksklusif, tetapi tetap membuka ruang kerja sama dan gotong royong dengan berbagai pihak dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Melalui momentum hijrah di tahun baru Hijriah, umat Islam semakin menemukan kekuatan kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan menuju kualitas sebagai khaira ummah atau umat terbaik sebagaimana diidealisasikan dalam Al-Qur’an,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Latih dan Berdayakan Pemimpin Perempuan Berkemajuan di Kota Ambon AMBON, Suara Muhammadiyah - Ketua....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Berita

Jambore MCC/LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Kontingen ....

Suara Muhammadiyah

4 July 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghadirkan Ketua Pimpinan....

Suara Muhammadiyah

5 October 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (U....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Berita

MANDAILING NATAL, Suara Muhammadiyah – Tampak lain dari hari-hari biasanya. Siang nan terik it....

Suara Muhammadiyah

6 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah