Haedar Nashir Tegaskan KHGT sebagai Jawaban untuk Membayar Utang Peradaban

Publish

25 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1061
Haedar Nashir. Foto: Cris

Haedar Nashir. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir sangat bangga dengan luncurkannya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Menurut Haedar, KHGT sebagai sebagai jalan ijtihad untuk membayar utang peradaban yang terlalu lama tidak terbayar dalam lintas perjuangan umat Islam di tingkat dunia. 

"Hutang terbesarnya ialah, hingga saat ini di dunia Islam belum ada kalender yang bersifat seragam yang dapat menyatukan sistem penanggalan dan menentukan hari-hari besar Islam secara konsisten," katanya saat peluncuran KHGT, Rabu (25/6) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA).

Di samping itu, KHGT ini juga menjadi langkah penting dan strategis bagi Muhammadiyah dalam berkhidmat untuk dunia Islam dan peradaban umat manusia.

“Hari ini hari bersejarah. Muhammadiyah menghadirkan KHGT untuk menegaskan peran dan posisinya di tengah globalisasi yang tak terelakkan. Islam adalah agama kosmopolitan yang mengandung nilai-nilai universal, rahmatan lil ‘alamin, yang ditujukan untuk seluruh alam,” terangnya.

Haedar menambahkan, KHGT ini sebagai respons atasbelum dimilikinya kalender dengan asas “satu hari dan tanggal yang sama berlaku untuk seluruh kawasan dunia”. Akibatnya, sering terjadi perbedaan hari dan tanggal dalam menentukan awal Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, awal muharram, dan hari-hari besar Islam lainnya.

"Karena itu umat Islam dalam urusan-urusan muamalah-dunyawiyah lebih memakai kalender masehi karena sifatnya yang pasti dan berlaku umum tanpa perbedaan," terangnya.

Dipertegas oleh Haedar, Umat Islam mesti bersatu dalam menentukan awal Ramadhan, syawal, dzulhijjah, dan muharram dalam satu kalender global tunggal jika ingin membuktikan dirinya sebagai pembawa misi risalah Islam yang sempurna dan paripurna. 

"Di sinilah pentingnya KHGT sebagai ijtihad baru bagi umat Islam untuk memiliki satu sistem penanggalan berupa Kalender Hijriyah Global Tunggal yang seragam dan berlaku bagi seluruh kawasan dunia Islam untuk menjadi rujukan bersama yang memiliki tingkat kepastian yang tinggi," tegasnya.

Penentuan KHGT memiliki dasar yang kuat dalam sumber ajaran Islam yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta didukung ijtihad. Ayat Al-Qur’an tersebut terletak di Qs al-Isra’ (17): 12, Ws Yasin (36): 39-40, QS al-Baqarah (2): 189.

"Ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi rujukan Muhammadiyah dalam merumuskan KHGT termasuk hisab di dalamnya, selain menunjukkan bahwa kalender Islam itu kalender lunar (bulan) dan bersifat global, juga mengandung asas kepastian," ujarnya.

Haedar mendorong agar umat Islam mesti menjadikan agenda KHGT sebagai perwujudan dari pelaksanaan ajaran Islam dalam membangun peradaban dunia Islam yang berkemajuan. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan edukati....

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

Berita

MAMUJU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) resmi mengukuhkan sebanyak 50....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar acara Ngaji Bar....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

19 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyambut milad Suara Muhammadiyah yang ke-109, SM Tow....

Suara Muhammadiyah

24 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah