Pemilu Jangan Sampai Kehilangan Substansi

Publish

2 February 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1705
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Merujuk pada Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pemilu, prosesnya harus diselenggarakan dengan asas-asas yang mengikat untuk mewujudkan pemilu yang bisa menjamin demokrasi. Tentunya, generasi muda memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemilu yang berasaskan Luber Jurdil. Hal itu disetujui oleh Mochammad Arifudin, S. Hum. selaku Ketua Bawaslu Kota Malang yang hadir dalam Talkshow Pemilu Damai 2024 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 1 Februari ini. 

Dalam agenda bertajuk Peran Mahasiswa dalam Pemilu 2024 itu, ia menyebut bahwa mahasiswa memiliki peran mengkritisi dan melakukan pengawasan terhadap calon pemimpin. Jika melihat penyelenggaraan pemilu dari tahun sebelumnya, terdapat banyak perubahan sistem tata penyelenggaraan. Contohnya di pemilu saat ini, media sosial menjadi salah satu media yang banyak digunakan untuk kampanye maupun menyampaikan aspirasi. 

"Tapi minusnya, media sosial juga bisa menjadi ladang penyebaran hoaks dan ujaran kebencian," ujarnya. 

Arifudin menambahkan, peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mengkritisi serta mengawasi penggunaan media sosial serta mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terserang hoaks. Selain itu juga dapat berkolaborasi dengan instansi pendidikan, komunitas, maupun pemerintah untuk menyelenggarakan pemilu yang damai. Dalam artian, mahasiswa tak hanya aktif dalam menyelenggarakan pemilu damai namun juga turut aktif 100% dalam pemilu. 

Turut hadir Tokoh Perempuan Kota Malang sekaligus Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia, Ya'qud Nanda Gudban. Iamenyatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki nilai pada dirinya. Nilai tersebut nantinya tidak berhenti hanya pada dirinya, namun juga harus dibagikan masyarakat lain agar menjadi pemilih yang cerdas. 

“Maksud pemilih cerdas yaitu pemilih yang mengetahui parameter dalam menentukan pilihannya. Jangan sampai hanya karena terbawa suasana sampai melupakan substansi dan program yang diberikan setiap calon pemimpin. Dari pemilih cerdas inilah dapat tercipta pemilu 2024 yang damai,” ucapnya. 

Menurutnya, salah satu kelmahan generasi muda saat ini adalah literasi. Pada zaman dahulu, informasi banyak didapatkan dari buku maupun televisi. Namun, saat ini penyebaran informasi banyak didapatkan di media sosial yang banyak memberikan informasi yang salah. 

Hal serupa juga disampaikan PJ Walikota Malang yang diwakili oleh Drs. Ali Mulyanto, M.M selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Malang. Ia menambahkan, mahasiswa berperan sebagai penegak dan penengah penyelenggaraan pemilu. Mereka juga perlu mengedukasi masyarakat untuk menyukseskannya. Suksesnya pemilu 2024 tidak hanya dari penyelenggara, namun juga mahasiswa sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Usai pelaksanaan Musywil ke-13 Muhammadiyah dan terbentuknya ....

Suara Muhammadiyah

14 September 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka Hari Kesehatan Mental, Lazismu Makassar bekerja sama den....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

Gelar Talkshow Kesehatan Sekaligus Pembagian Hadiah Lomba Esai Nasional SURAKARTA, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

30 March 2024

Berita

Reformasi Pendidikan Menjadi Kuncinya YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Himpunan Mahasiswa Pascasarj....

Suara Muhammadiyah

7 May 2025

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Dengan derap semangat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muha....

Suara Muhammadiyah

9 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah