Haedar Nashir Tegaskan Muhammadiyah Punya Pengkhidmatan Tinggi Membangun Kesehatan Bangsa

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

1144
Haedar Nashir

Haedar Nashir

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir hadir dalam Resepsi Milad ke-33 Rumah Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura Kelapa Gading, Rabu (14/5) sekaligus meresmikan Gedung Rawat Jalan Lima Lantai.

Dalam amanatnya, Haedar mengingatkan pentingnya peningkatan layanan dan kualitas, demi membangun kesehatan bangsa yang lebih baik.

“Saya yakin dengan jumlah rumah sakit kita yang 126 ditambah klinik di seluruh tanah air, Muhammadiyah berada di garis depan untuk membangun kesehatan bangsa,” katanya.

Di situlah Haedar mengharapkan adanya kolaborasi dan integrasi dengan rumah sakit pemerintah di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Itu menjadi niscaya. Indonesia tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Hatta pemerintah yang kuat sekalipun, termasuk Kemenkes, rumah sakit pemerintah. Maka, diperlukan rumah sakit swasta, lebih-lebih yang berbasis ormas keagamaan,” ucapnya.

Haedar menilai, ormasi berbasis keagamaan memiliki sejarah yang panjang dalam membangun dan melayanai kesehatan masyarakat. “Bahkan jauh sebelum Republik ini hadir,” jelasnya. Inilah peran penting kehadiran rumah sakit berbasis ormas keagamaan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Muhammadiyah.

“Kita rumah sakit swasta keagamaan sungguh memiliki komitmen dan pengkhidmatan yang tinggi untuk membangun kesehatan masyarakat atas dasar pengalaman dan integrasi sosial kita yang kuat. Sehingga kita tidak berorientasi pada keuntungan (mengejar uang, materi) dari usaha membangun rumah sakit, klinik, dan kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Haedar menitip pesan agar kebijakan-kebijakan pemerintah melalui Kemenkes, bersifat integratif. Artinya, kebijakan yang bisa menumbuhkembangkan secara sehat, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Lebih khusus rumah sakit swasta ormas keagamaan.

“Jika itu terjadi, maka yang diuntungkan juga bangsa, pemerintah. Bahkan yang diuntungkan adalah Indonesia,” sebutnya.

Sebaliknya, Haedar menggarisbawahi, bilamana kebijakan tersebut justru merugikan rumah sakit swasta keagamaan seperti milik Muhammadiyah, maka dampaknya akan dirasakan secara nasional.

“Nanti yang rugi kan juga Indonesia. Karena pemerintah tidak bisa sendirian menanggung beban membangun kesehatan bangsa, menyediakan dokter, menyediakan pelayanan-pelayanan kesehatan secara eksklusif,” pesannya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar konsolida....

Suara Muhammadiyah

21 August 2025

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Diktilitbang dan Majelis P....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Berita

PADANGSIDIMPUAN, Suara Muhammadiyah -  PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) Kantor Ca....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Berita

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

20 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd....

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah