HAJI: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi  Kebangkitan

Suara Muhammadiyah

1 October 2026

149
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Al Fahmu Institute secara resmi  menyelenggarakan acara Peluncuran dan Bedah Buku mahakarya terbaru karya pendiri Al  Fahmu Institute, KH. Fahmi Salim, Lc., MA, yang berjudul “HAJI: Dari Pemurnian Misi  Kenabian ke Revolusi Kebangkitan”. Bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional  (Perpusnas) RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, acara ini menghadirkan para tokoh  bangsa, ulama, akademisi, serta pimpinan lembaga tinggi negara, Senin, 28 September 2026. 

Buku ini hadir membedah ibadah haji secara holistik dan mendalam—melampaui sekadar  rutinitas ritual fikih formalitas atau narasi fasilitas fisik semata. Menggabungkan aspek fikih,  tasawuf, dan filsafat sosial, karya ini menegaskan bahwa manasik haji adalah “madrasah  tauhid”, rekonstruksi jejak perjuangan Nabi Ibrahim AS, serta manifesto spiritual untuk  persatuan, keadilan sosial, dan kebangkitan peradaban umat manusia. 

Hadir sebagai pembicara kunci (Keynote Speaker) dalam acara peluncuran ini, yaitu KH.  Fahmi Salim, Lc., MA (Founder Al Fahmu Institute / Penulis) bersama Wakil Menteri Haji  dan Umrah RI, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, M.PKP. 

Membedah Dimensi Fikih, Sosial, dan Peradaban Global 

Dalam pemaparannya, KH. Fahmi Salim menjelaskan bahwa buku ini menguraikan esensi  manasik haji ke dalam tiga bagian utama: 

1. Manasik untuk Ketakwaan: Mengupas keterkaitan rukun dan filosofi manasik  langsung dengan Al-Qur'an dan jejak Nabi Ibrahim AS, pemurnian niat, serta  pembekalan lahir-batin jamaah. 

2. Kebangkitan & Ketahanan Sosial-Keluarga: Menjadikan keteladanan keluarga  Nabi Ibrahim AS (Ibrahim, Hajar, dan Ismail) sebagai fondasi moral dan benteng  ketahanan keluarga modern dalam menghadapi disrupsi zaman. 

3. Refleksi Perjalanan Menuju Perdamaian Dunia: Menempatkan haji sebagai  miniatur tatanan dunia yang adil—simulasi kehidupan bebas konflik,  antidiskriminasi, antirasisme melalui ihram, serta pemerataan keadilan ekonomi  melalui kurban. 

“Haji bukan sekadar pergerakan fisik atau kemewahan fasilitas perjalanan, melainkan  praktikum lapangan yang menyatukan pengendalian nafsu, transendensi spiritual,  pengorbanan harta, dan mobilitas fisik. Manasik haji adalah sistem penyelamat makna hidup  dan universitas tauhid yang merekatkan jutaan manusia dalam kesetaraan mutlak di  hadapan Allah Ta'ala,” papar KH. Fahmi Salim. 

Turut memperkaya bedah buku ini deretan narasumber dan tokoh inspiratif, di antaranya  Ustadz Derry Sulaiman, Ustadz Dr. Erick Yusuf, S.Sy., M.Pd., Ustadz Zulkifli M. Ali, Prof.  Dr. Ing. Fahmi Amhar, Dr. Elly Warti Maliki, serta figur publik Arie K. Untung.

Karya ini mendapat sambutan hangat serta testimoni dari jajaran menteri Kabinet Merah  Putih, pimpinan MPR RI, pimpinan ormas Islam, hingga militer dan ulama nasional.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekan....

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasme....

Suara Muhammadiyah

25 May 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Saat bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Uta....

Suara Muhammadiyah

6 December 2025

Berita

TELUK BINTUNI, Suara Muhammadiyah - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV P....

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Akses terhadap pendidikan tinggi di Indonesia terus menjadi pe....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah